Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Murni (APM) SD Jawa Tengah tahun 2025 berada di angka 97,21 persen. Pada tahun ini terjadi penurunan sebesar 1,18 persen dibandingkan tahun 2024. Sepanjang catatan historis 1996-2025, penurunan terbesar pernah tercatat pada tahun 2011 sebesar 5,73 persen, sedangkan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2013 dengan penambahan nilai 3,63 persen. Rata-rata APM SD Jawa Tengah 3 tahun terakhir berada di 98,35 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 98,29 persen. Nilai tahun 2025 berada dibawah kedua rata-rata tersebut, menunjukkan kondisi partisipasi SD tahun ini lebih buruk dibandingkan periode sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Sanggau | 2024)
Selama 5 tahun terakhir, peringkat APM SD Jawa Tengah di lingkup pulau Jawa sempat berada di urutan 2 hingga 3, sebelum turun ke posisi 5 pada tahun 2025. Pada skala nasional, peringkat provinsi ini juga stagnan di urutan 12 selama dua tahun berturut-turut. Sepanjang periode 2021 hingga 2025, nilai APM SD Jawa Tengah sempat menyentuh titik tertinggi 98,46 persen pada tahun 2023, sebelum mengalami sedikit penurunan secara bertahap hingga akhir periode pengamatan.
Pada tahun 2025, nilai APM SD Jawa Tengah masih berada di atas rata-rata sebagian besar provinsi pembanding tercatat. Hanya Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah dan Riau yang mencatat nilai akhir lebih tinggi dibandingkan Jawa Tengah untuk indikator yang sama. Penurunan yang terjadi di Jawa Tengah juga lebih kecil dibandingkan penurunan Sumatera Barat yang mencapai 1,83 persen, namun lebih besar dibandingkan penurunan Kalimantan Tengah yang hanya 0,8 persen.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat menempati urutan pertama ranking pulau untuk indikator APM SD tahun 2025 dengan nilai akhir 97,62 persen. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 0,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan tercatat minus 0,96 persen. Pada skala nasional, provinsi ini menduduki peringkat 9, menjadi wilayah dengan nilai partisipasi SD tertinggi diantara seluruh wilayah pembanding yang tercatat. Meskipun terjadi penurunan, nilai Nusa Tenggara Barat masih 0,41 persen lebih tinggi dibandingkan catatan Jawa Tengah pada periode yang sama.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah tercatat memiliki nilai APM SD tahun 2025 sebesar 97,55 persen, menduduki urutan 3 di wilayah pulau Kalimantan dan peringkat 10 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 0,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan tercatat minus 0,81 persen. Nilai ini menempatkan Kalimantan Tengah di urutan kedua tertinggi setelah Nusa Tenggara Barat dari seluruh daftar provinsi pembanding, dengan selisih 0,34 persen diatas catatan Jawa Tengah tahun 2025.
Riau
Provinsi Riau mencatatkan nilai APM SD tahun 2025 sebesar 97,54 persen, menduduki urutan 3 di wilayah pulau Sumatera dan peringkat 11 secara nasional. Penurunan yang terjadi di Riau mencapai 0,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan tercatat minus 0,92 persen. Nilai ini hanya terpaut 0,01 persen dibawah catatan Kalimantan Tengah, dan masih 0,33 persen lebih tinggi dibandingkan angka partisipasi SD yang dicapai Jawa Tengah pada akhir tahun 2025.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Guinea 2015 - 2024)
Banten
Banten yang berada di wilayah pulau Jawa mencatatkan nilai APM SD tahun 2025 sebesar 97,09 persen, menduduki urutan 6 di lingkup pulau Jawa dan peringkat 13 secara nasional. Penurunan indikator di wilayah ini mencapai 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan tercatat minus 1,02 persen. Nilai Banten berada 0,12 persen dibawah catatan Jawa Tengah, menjadikan Jawa Tengah masih memiliki nilai partisipasi SD yang sedikit lebih tinggi dibandingkan provinsi tetangga di pulau yang sama.
Sumatera Barat
Sumatera Barat mencatatkan nilai APM SD tahun 2025 sebesar 97,06 persen, menduduki urutan 4 di wilayah pulau Sumatera dan peringkat 14 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan terbesar diantara seluruh provinsi pembanding, yaitu sebesar 1,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan tahunan minus 1,85 persen. Nilai ini berada 0,15 persen dibawah catatan Jawa Tengah, dan menjadi salah satu penurunan terbesar tingkat provinsi yang tercatat untuk indikator APM SD pada tahun 2025.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara merupakan satu-satunya wilayah pembanding yang mencatatkan kenaikan APM SD tahun 2025, dengan nilai akhir 97,05 persen. Wilayah ini menduduki urutan 4 di lingkup pulau Kalimantan dan peringkat 15 secara nasional, dengan kenaikan nilai 1,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan pertumbuhan positif 1,96 persen. Meskipun mengalami kenaikan signifikan, nilai Kalimantan Utara masih berada 0,16 persen dibawah catatan Jawa Tengah pada periode yang sama.
Bali
Bali mencatatkan nilai APM SD tahun 2025 sebesar 97,05 persen, menduduki urutan 2 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 15 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 1,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan tercatat minus 1,67 persen. Nilai Bali sama persis dengan catatan Kalimantan Utara, dan berada 0,16 persen dibawah angka partisipasi SD yang dicapai Jawa Tengah pada akhir tahun 2025.