Umat Islam di Indonesia menjalankan ibadah puasa Ramadan mulai 18-19 Februari 2026.
Di awal bulan puasa ini, ada sejumlah komoditas pangan pokok yang harganya naik dibanding tahun lalu.
Kenaikan harga pangan paling tinggi terjadi pada bawang merah.
Menurut data Kementerian Perdagangan, rata-rata harga bawang merah di Indonesia pada 20 Februari 2026 mencapai Rp41.535 per kilogram (kg), naik 26,38% dibanding 20 Februari 2025 (year-on-year/yoy).
Kenaikan cukup tinggi juga terjadi pada komoditas cabai rawit merah dan daging ayam ras, yang rata-rata harganya naik lebih dari 15% (yoy).
Berikut rincian kenaikan harga pangan pada awal Ramadan per tanggal 20 Februari 2026:
- Bawang merah: Rp41.535 per kg, naik 26,38% (yoy)
- Cabai rawit merah: Rp81.443 per kg, naik 22,18% (yoy)
- Daging ayam ras: Rp41.184 per kg, naik 15,84% (yoy)
- Telur ayam ras: Rp30.906 per kg, naik 7,40% (yoy)
- Daging sapi paha belakang: Rp136.082 per kg, naik 3,39% (yoy)
- Minyak goreng premium: Rp21.140 per liter, naik 2,78% (yoy)
- Cabai merah besar: Rp48.335 per kg, naik 2,34% (yoy)
- Tepung terigu: Rp12.461 per kg, naik 1,92% (yoy)
- Minyak goreng curah: Rp18.108 per liter, naik 1,60% (yoy)
- Beras premium: Rp15.292 per kg, naik 0,61% (yoy)
- Beras medium: Rp13.658 per kg, naik 0,39% (yoy)
Di sisi lain, ada juga beberapa bahan pangan yang harganya turun per tanggal 20 Februari 2026, yaitu:
- Cabai merah keriting: Rp46.528 per kg, turun 0,09% (yoy)
- Gula pasir curah: Rp17.798 per kg, turun 0,78% (yoy)
- Kedelai impor: Rp13.284 per kg, turun 5,69% (yoy)
- Minyak goreng Minyakita: Rp15.978 per liter, turun 7,71% (yoy)
- Bawang putih honan: Rp36.703 per kg, turun 10,97% (yoy)
(Baca: Bapanas Proyeksikan Stok Daging Sapi Cukup sampai Lebaran 2026)