Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kabupaten Majalengka Bulan April Naik 0,4%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Harga-harga komponen penyumbang inflasi rokok dan tembakau di Kabupaten Majalengka pada April kemarin mencapai 0,4%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,24%. Di antara sembilan kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang -0,8% inflasi di Kabupaten Majalengka.
(Baca: Penduduk Kabupaten Tasikmalaya Menghabiskan Rp733 per Kapita per Minggu untuk Membeli Ketupat Sayur)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) makanan, minuman dan tembakau di Kabupaten Majalengka berada di level 115,8 pada April 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 115,34.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi makanan, minuman dan tembakau telah mencapai 3,47% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga-harga komponen penyumbang inflasi di Kabupaten Majalengka telah mengalami pertumbuhan 0,7% (year to date/ytd).
Dibandingkan dengan 11 kelompok lainnya, inflasi kelompok ini berada di urutan delapan.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kabupaten Bombana untuk Membeli Ketupat Sayur Rp31 per Kapita per Minggu)
Berikut ini inflasi subkelompok makanan, minuman dan tembakau yang di ukur BPS per April di Kabupaten Majalengka :
- Kelompok makanan, minuman dan tembakau -0,8%
- Kelompok makanan -1,21%
- Kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,32%
- Kelompok rokok dan tembakau 0,4%
Dibandingkan dengan 128 kabupaten/kota lain, inflasi makanan, minuman dan tembakau tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,4% dengan IHK sebesar 123.78 dan terendah terjadi di Kabupaten Tanah Laut sebesar 0,06% dengan IHK sebesar 115.62. Sementara untuk Kabupaten Majalengka ini menempati urutan 58.
Bulan Maret 2025, BPS mencatat inflasi nasional sebesar 1,65% secara bulanan dan 2,42% secara tahunan. Meski tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulanan sebelumnya, tingkat inflasi bulanan ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 1,95%.