Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Intan Jaya Turun 31,02% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 18/05/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah sebesar 31,02% pada 2025.

Angka tersebut turun 7,14% dari tahun sebelumnya sebesar 38,16%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 3,16%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Intan Jaya lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Intan Jaya yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 31,02% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 7 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Tengah, PoU di Kabupaten Intan Jaya ada di urutan ke-4. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Nabire (20,19%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Deiyai (48,28%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Tengah pada 2025.

  1. Kabupaten Nabire: 20,19%
  2. Kabupaten Mimika: 20,85%
  3. Kabupaten Puncak Jaya: 25,1%
  4. Kabupaten Intan Jaya: 31,02%
  5. Kabupaten Paniai: 39,89%
  6. Kabupaten Dogiyai: 46,4%
  7. Kabupaten Puncak: 48,22%
  8. Kabupaten Deiyai: 48,28%

(Baca: Proyeksi Jumlah Penduduk Jakarta Tahun 2025)

Data Populer

Loading...