Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kota Gunung Sitoli Bulan April Turun 1,23%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Harga-harga komponen penyumbang inflasi makanan di Kota Gunung Sitoli pada April lalu turun 1,23%. Angka ini meski turun, namun tetap lebih tinggi dibandingkan penurunan yang tercatat di bulan sebelumnya turun 1,61%. Di antara tujuh kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok makanan, minuman dan tembakau menyumbang -1,07% inflasi daerah.
(Baca: Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kabupaten Majalengka Bulan April Naik 0,4%)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) makanan, minuman dan tembakau di Kota Gunung Sitoli berada di level 112,85 pada April 2026, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 114,26.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi makanan, minuman dan tembakau telah mencapai 4,24% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, harga-harga komponen penyumbang inflasi di Kota Gunung Sitoli telah mengalami pertumbuhan -6,51% (year to date/ytd).
Hasil survei BPS, data per April 2026, 11 kelompok inflasi ini berada di urutan enam di bandingkan sub kelompok lainnya.
(Baca: Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kabupaten Bulukumba Bulan April Naik 0,14%)
Berikut ini inflasi subkelompok makanan, minuman dan tembakau yang di ukur BPS per April di Kota Gunung Sitoli :
- Kelompok makanan -1,23%
- Kelompok makanan, minuman dan tembakau -1,07%
Dibandingkan dengan 150 kabupaten/kota lain, inflasi makanan, minuman dan tembakau tertinggi terjadi di Indonesia turun 0,35% dengan IHK sebesar 116.38 dan terendah terjadi di Kabupaten Jayawijaya sebesar 0,72% dengan IHK sebesar 134.64. Sementara untuk Kota Gunung Sitoli ini menempati urutan 130.
Inflasi (umum) bulan Maret 2025 di tingkat nasional sebesar 1,65% naik dari bulan sebelumnya (month to month/m-to-m). Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, inflasi umum nasional telah mencapai 1,22% (ytd) dan jika dibandingkan dengan posisi April 2025, telah terjadi inflasi sebesar 2,42% (yoy).