Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menunjukkan persentase penduduk miskin turun menjadi 8,5 persen, sedikit turun 0,75 persen dari tahun sebelumnya (9,25 persen). Jumlah penduduk miskin mencapai 46.590 orang, turun 3.360 orang dibanding tahun 2023. Jumlah penduduk kabupaten ini sebanyak 581.859 jiwa, naik sedikit 4.089 jiwa dari tahun lalu. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 8,11 persen, dengan peringkat se-Indonesia ke-288 dan peringkat di Kalimantan ke-9.
(Baca: Desember 2025, Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan di Lampung Rp.612,45 Ribu /Kapita/Bulan)
Data historis kemiskinan periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 20,76 persen, sedangkan terendah pada tahun 2024 sebesar 8,5 persen. Pertumbuhan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 (7,96 persen) dan terendah pada tahun 2007 (-13,58 persen). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 9,05 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 9,34 persen. Peringkat se-Indonesia untuk persentase kemiskinan Kabupaten Ketapang terus meningkat dari tahun ke tahun, menunjukkan kondisi kemiskinan yang semakin baik dari waktu ke waktu.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Kalimantan Barat, persentase kemiskinan Kabupaten Ketapang (8,5 persen) berada di posisi tengah. Kabupaten Sambas memiliki persentase kemiskinan terendah (6,53 persen), sedangkan Kabupaten Melawi tertinggi (10,62 persen). Jumlah penduduk miskin Ketapang (46.590 orang) lebih tinggi dibandingkan semua kabupaten tetangga, karena jumlah penduduknya juga lebih besar dibanding sebagian besar wilayah tetangga.
Kabupaten Kapuas Hulu
Persentase penduduk miskin di wilayah ini sebesar 7,4 persen, turun 9,31 persen dari tahun sebelumnya, dengan peringkat se-Indonesia ke-329. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.770 orang, turun 8,06 persen, dan jumlah penduduk 274.915 jiwa, naik sedikit 2,26 persen. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 53,96 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 572,64 ribu rupiah per kapita per bulan, menunjukkan kemampuan ekonomi yang cukup baik dibandingkan kabupaten lain di provinsi, yang didukung oleh pertumbuhan penduduk yang stabil dan penurunan kemiskinan yang signifikan.
Kabupaten Kayong Utara
Persentase penduduk miskin di sini sebesar 8,84 persen, turun 3,18 persen dari tahun lalu, peringkat se-Indonesia ke-273. Jumlah penduduk miskin 10.560 orang, turun sedikit 1,95 persen, dan jumlah penduduk 127.346 jiwa, turun sedikit 1,55 persen. Pendapatan per kapita sebesar 43,17 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan 386,07 ribu rupiah per kapita per bulan, yang merupakan garis kemiskinan terendah di antara kabupaten tetangga Ketapang, meskipun jumlah penduduknya paling kecil di kelompok ini.
(Baca: 32,2% Penduduk di Kabupaten Mamberamo Tengah Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Landak
Persentase penduduk miskin sebesar 8,98 persen, turun 9,93 persen dari tahun sebelumnya, peringkat se-Indonesia ke-268. Jumlah penduduk miskin 35.380 orang, turun 9,1 persen, dan jumlah penduduk 412.263 jiwa, naik sedikit 1,31 persen. Pendapatan per kapita sebesar 35,71 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan 473,80 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan penurunan kemiskinan yang cukup signifikan menunjukkan upaya pengentasan kemiskinan yang berjalan efektif di wilayah ini.
Kabupaten Melawi
Persentase penduduk miskin tertinggi di antara kelompok ini sebesar 10,62 persen, turun 4,5 persen dari tahun lalu, peringkat se-Indonesia ke-222. Jumlah penduduk miskin 23.360 orang, turun 3,39 persen, dan jumlah penduduk 215.508 jiwa, naik sedikit 2,08 persen. Pendapatan per kapita sebesar 29,74 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan 666,97 ribu rupiah per kapita per bulan, yang merupakan garis kemiskinan tertinggi di kelompok ini, menunjukkan beban ekonomi yang lebih berat bagi masyarakat untuk keluar dari kemiskinan.
Kabupaten Sambas
Persentase penduduk miskin terendah di kelompok ini sebesar 6,53 persen, turun 7,77 persen dari tahun sebelumnya, peringkat se-Indonesia ke-380. Jumlah penduduk miskin 35.870 orang, turun 7,34 persen, dan jumlah penduduk 648.307 jiwa, naik sedikit 0,76 persen. Pendapatan per kapita sebesar 43,61 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan 528,02 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan jumlah penduduk terbesar di kelompok ini menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan dapat berjalan efektif meskipun jumlah penduduk banyak.
Kabupaten Sintang
Persentase penduduk miskin sebesar 8,03 persen, turun 1,83 persen dari tahun lalu, peringkat se-Indonesia ke-308. Jumlah penduduk miskin 35.180 orang, turun sedikit 0,87 persen, dan jumlah penduduk 446.255 jiwa, naik sedikit 2,27 persen. Pendapatan per kapita sebesar 46,17 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan 670,85 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi namun penurunan kemiskinan yang relatif kecil, menunjukkan bahwa upaya pengentasan kemiskinan perlu diperkuat lagi.