Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat tahun 2024 yang menunjukkan persentase penduduk miskinan turun sedikit menjadi 8,5 persen, dari 9,25 persen pada tahun sebelumnya. Selisih nilai persentase kemiskinan menurun sebesar 0,75 persen dengan pertumbuhan menurun sebesar 8,11 persen. Jumlah penduduk wilayah ini naik sedikit menjadi 581.859 jiwa, dengan pertumbuhan 0,71 persen, sedangkan jumlah penduduk miskinan turun sedikit menjadi 46.590 orang dengan pertumbuhan menurun 6,73 persen. Kabupaten Ketapang berada di peringkat ke-9 persentase kemiskinan di pulau Kalimantan dan peringkat ke-288 se-Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Rokan Hilir Periode 2004 - 2024)
Data historis kemiskinan periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 20,76 persen, sedangkan terendah pada tahun 2024 sebesar 8,5 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 7,96 persen, dan terendah pada tahun 2008 turun 15,22 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 9,05 persen, sehingga angka tahun 2024 lebih rendah dari rata-rata tersebut. Rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 9,51 persen, juga lebih tinggi dari angka tahun 2024. Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan Kabupaten Ketapang terus bergerak ke posisi yang lebih baik, dari peringkat ke-182 pada tahun 2004 ke peringkat ke-288 pada tahun 2024.
Dibandingkan dengan kabupaten tetangga di Kalimantan Barat, persentase kemiskinan Kabupaten Ketapang (8,5 persen) lebih tinggi daripada Kabupaten Kapuas Hulu (7,4 persen), Sambas (6,53 persen), dan Sintang (8,03 persen), namun lebih rendah daripada Kabupaten Kayong Utara (8,84 persen), Landak (8,98 persen), dan Melawi (10,62 persen). Jumlah penduduk miskinan Kabupaten Ketapang menjadi tertinggi di antara kabupaten tetangga ini, mencapai 46.590 orang, diikuti oleh Kabupaten Sambas dengan 35.870 orang dan Landak dengan 35.380 orang.
Kabupaten Kapuas Hulu
Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan ke-329, dengan angka 7,4 persen yang sedikit lebih rendah daripada Kabupaten Ketapang. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.770 orang, dengan pertumbuhan menurun sebesar 8,06 persen. Jumlah penduduknya adalah 274.915 jiwa, naik sedikit sebesar 2,26 persen. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp53,96 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan berada di level Rp572,64 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan pendapatan per kapita naik sebesar 7,73 persen, menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat yang berdampak pada penurunan angka kemiskinan secara konsisten selama tahun terakhir. Garis kemiskinan yang relatif tinggi di wilayah ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat cukup besar, namun peningkatan pendapatan berhasil menekan jumlah penduduk yang berada di bawah garis tersebut.
Kabupaten Kayong Utara
Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan ke-273, dengan angka 8,84 persen yang sedikit lebih tinggi daripada Kabupaten Ketapang. Jumlah penduduk miskin mencapai 10.560 orang, dengan pertumbuhan menurun sebesar 1,95 persen. Jumlah penduduknya adalah 127.346 jiwa, turun sedikit sebesar 1,55 persen. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp43,17 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan berada di level Rp386,07 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan pendapatan per kapita naik sebesar 6,68 persen, meskipun jumlah penduduk menurun, peningkatan daya beli masih berhasil menekan angka kemiskinan. Garis kemiskinan yang relatif rendah di wilayah ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat lebih kecil dibandingkan kabupaten tetangga lainnya.
Kabupaten Landak
(Baca: Persentase Penduduk Perempuan di yang Mempunyai Keluhan Kesehatan Periode 2013-2024)
Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan ke-268, dengan angka 8,98 persen yang sedikit lebih tinggi daripada Kabupaten Ketapang. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.380 orang, dengan pertumbuhan menurun sebesar 9,1 persen. Jumlah penduduknya adalah 412.263 jiwa, naik sedikit sebesar 1,31 persen. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp35,71 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan berada di level Rp473,80 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan pendapatan per kapita naik sebesar 7,94 persen, yang menjadi faktor utama penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan. Meskipun pendapatan per kapita relatif rendah, peningkatan yang konsisten berhasil menekan jumlah penduduk miskin secara efektif.
Kabupaten Melawi
Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan ke-222, dengan angka 10,62 persen yang lebih tinggi daripada Kabupaten Ketapang. Jumlah penduduk miskin mencapai 23.360 orang, dengan pertumbuhan menurun sebesar 3,39 persen. Jumlah penduduknya adalah 215.508 jiwa, naik sedikit sebesar 2,08 persen. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp29,74 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan berada di level Rp666,97 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan pendapatan per kapita naik sebesar 7,19 persen, namun angka kemiskinan masih relatif tinggi karena garis kemiskinan yang cukup besar di wilayah ini. Peningkatan pendapatan belum cukup menutupi kebutuhan dasar masyarakat yang tinggi.
Kabupaten Sambas
Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan ke-380, dengan angka 6,53 persen yang jauh lebih rendah daripada Kabupaten Ketapang. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.870 orang, dengan pertumbuhan menurun sebesar 7,34 persen. Jumlah penduduknya adalah 648.307 jiwa, naik sedikit sebesar 0,76 persen. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp43,61 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan berada di level Rp528,02 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan pendapatan per kapita naik sebesar 7,93 persen, yang menjadi faktor utama penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Jumlah penduduk yang besar tidak menghambat penurunan angka kemiskinan karena peningkatan daya beli masyarakat yang konsisten.
Kabupaten Sintang
Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan berada di urutan ke-308, dengan angka 8,03 persen yang sedikit lebih rendah daripada Kabupaten Ketapang. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.180 orang, dengan pertumbuhan menurun sebesar 0,87 persen. Jumlah penduduknya adalah 446.255 jiwa, naik sedikit sebesar 2,27 persen. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp46,17 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan berada di level Rp670,85 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan pendapatan per kapita naik sebesar 8,8 persen, yang menjadi faktor utama penurunan angka kemiskinan meskipun turunnya cukup kecil. Garis kemiskinan yang tinggi di wilayah ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat cukup besar, namun peningkatan pendapatan berhasil menekan jumlah penduduk miskin.