Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Persentase penduduk miskin sedikit turun dari 7,07 persen menjadi 7,01 persen, sementara jumlah penduduk miskin sedikit naik menjadi 53.490 orang. Jumlah penduduk total mencapai 670.692 jiwa, naik 2,1 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten ini berada di rank 346 se-Indonesia dan 104 di Pulau Sumatera untuk persentase kemiskinan.
(Baca: Persentase Penduduk Perempuan di yang Mempunyai Keluhan Kesehatan Periode 2013-2024)
Data historis kemiskinan dari 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di 2004 (11,6 persen) dan terendah di 2020 (6,72 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah di 2011 (-18,49 persen) dan tertinggi di 2008 (12,54 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 6,95 persen, sedikit lebih tinggi dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 6,91 persen. Rank se-Indonesia kemiskinan dari 287 di 2004 menjadi 346 di 2024, menunjukkan posisi kemiskinan sedikit membaik.
Dibandingkan kabupaten lain di Riau, Kabupaten Rokan Hilir berada di urutan ke-4 persentase kemiskinan di antara 7 wilayah yang dibandingkan. Persentasenya di bawah Rokan Hulu (9,62 persen), Pelalawan (8,49 persen), dan Kuantan Singingi (7,89 persen). Jumlah penduduk miskinnya 53.490 orang, lebih banyak dari Bengkalis tapi kurang dari Kampar.
Kabupaten Bengkalis
Berada di rank 386 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (6,36 persen), sedikit naik 0,79 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduknya 671.725 jiwa, sedikit lebih banyak dari Rokan Hilir. Garis kemiskinan mencapai Rp755,57 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita Rp296,91 juta per tahun (tertinggi di kelompok). Jumlah penduduk miskinnya 36.560 orang, naik 1,27 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Indragiri Hulu
Rank 400 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (6,02 persen), sedikit turun 0,66 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduknya 482.445 jiwa, jauh lebih sedikit dari Rokan Hilir. Garis kemiskinan Rp660,35 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp129,13 juta per tahun. Jumlah penduduk miskinnya 27.530 orang, naik 0,47 persen dari tahun sebelumnya (pertumbuhan terendah di kelompok).
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi di Kab. Kapuas Hulu 2018 - 2024)
Kabupaten Kampar
Rank 355 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (6,92 persen), sedikit turun 1,7 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduknya 876.767 jiwa (tertinggi di kelompok), lebih banyak dari Rokan Hilir. Garis kemiskinan Rp590,44 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp130,11 juta per tahun. Jumlah penduduk miskinnya 63.740 orang, sedikit turun 0,16 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Kuantan Singingi
Rank 312 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (7,89 persen), sedikit turun 2,23 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduknya 360.581 jiwa (terendah di kelompok), jauh lebih sedikit dari Rokan Hilir. Garis kemiskinan Rp736,05 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp148,88 juta per tahun. Jumlah penduduk miskinnya 25.560 orang, turun 2,07 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Pelalawan
Rank 289 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (8,49 persen), sedikit naik 4,17 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduknya 434.590 jiwa, lebih sedikit dari Rokan Hilir. Garis kemiskinan Rp729,98 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp187,22 juta per tahun. Jumlah penduduk miskinnya 49.200 orang, naik 8,61 persen dari tahun sebelumnya (pertumbuhan tertinggi di kelompok).
Kabupaten Rokan Hulu
Rank 249 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (9,62 persen), sedikit turun 1,03 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduknya 579.685 jiwa, lebih sedikit dari Rokan Hilir. Garis kemiskinan Rp699,02 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp95,45 juta per tahun (terendah di kelompok). Jumlah penduduk miskinnya 75.890 orang (tertinggi di kelompok), naik 2,03 persen dari tahun sebelumnya.