Badan Pusat Statistik mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2024 adalah 166.916 rupiah, mengalami penurunan 18,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah tahun 2023 yang mencatat pengeluaran tertinggi sepanjang 7 tahun terakhir, yaitu 205.329 rupiah dengan pertumbuhan 50,4 persen dari tahun 2022. Informasi ini diolah dari data Susenas yang diterbitkan oleh instansi tersebut.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Balangan | 2024)
Sejak tahun 2018, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Kapuas Hulu menunjukkan pola naik turun yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran sebesar 104.757 rupiah, sedikit naik menjadi 106.103 rupiah di tahun 2019 dengan pertumbuhan 1,3 persen. Tahun 2020, pengeluaran lonjak menjadi 129.805 rupiah dengan pertumbuhan 22,3 persen, sebelum turun menjadi 113.705 rupiah di tahun 2021 dengan penurunan 12,4 persen. Tahun 2022, pengeluaran kembali naik menjadi 136.528 rupiah dengan pertumbuhan 20,1 persen, sebelum mencapai titik tertinggi di tahun 2023.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 46 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kabupaten Kapuas Hulu, yang sebesar 363.248 rupiah. Dibandingkan dengan kategori pengeluaran lain, pengeluaran untuk rokok dan tembakau sebesar 163.497 rupiah hampir sama dengan makanan dan minuman jadi, sedangkan pengeluaran untuk kecantikan sebesar 42.373 rupiah jauh lebih rendah. Pengeluaran untuk sabun mandi sebesar 119.964 rupiah juga berada di bawah pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi.
Kabupaten Kapuas Hulu berada di peringkat ke-9 di antara 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Dibandingkan dengan wilayah lain di provinsi, Kota Pontianak berada di peringkat pertama dengan pengeluaran 326.038 rupiah dan pertumbuhan 12,2 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Sambas berada di peringkat kedua dengan 285.566 rupiah dan pertumbuhan 22,8 persen, Kota Singkawang di peringkat ketiga dengan 228.733 rupiah dan penurunan 3,7 persen, Kabupaten Sekadau di peringkat keempat dengan 189.417 rupiah dan pertumbuhan 31,7 persen, serta Kabupaten Kayong Utara di peringkat kelima dengan 187.714 rupiah dan penurunan 2,9 persen.
Rata-rata pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi selama tiga tahun terakhir (2022-2024) di Kabupaten Kapuas Hulu adalah sekitar 169.591 rupiah, sedangkan rata-rata selama lima tahun terakhir (2020-2024) adalah sekitar 150.857 rupiah. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pengeluaran selama tiga tahun terakhir lebih baik dibanding lima tahun terakhir, meskipun tahun 2024 mengalami penurunan signifikan. Pengeluaran tahun 2023 yang menjadi tertinggi sepanjang periode menjadi faktor utama yang meningkatkan rata-rata tiga tahun terakhir.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Padang Panjang Periode 2004 - 2024)
Kota Pontianak
Badan Pusat Statistik mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Pontianak tahun 2024 adalah 1.192.431 rupiah, naik 23,9 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 962.620 rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah 2.086.950 rupiah, sedikit naik 0,2 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan tahun 2024 adalah 894.519 rupiah, naik 12,1 persen dari tahun sebelumnya. Kota Pontianak berada di peringkat pertama di Kalimantan Barat untuk ketiga kategori pengeluaran tersebut, menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat yang paling tinggi di provinsi ini.
Kota Singkawang
Badan Pusat Statistik mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Singkawang tahun 2024 adalah 759.547 rupiah, sedikit naik 0,3 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 757.106 rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah 1.534.917 rupiah, turun 11,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan tahun 2024 adalah 775.370 rupiah, sedikit naik 0,6 persen dari tahun sebelumnya. Kota Singkawang berada di peringkat kedua untuk pengeluaran bukan makanan dan total, serta peringkat keempat untuk pengeluaran makanan di Kalimantan Barat.
Kabupaten Sintang
Badan Pusat Statistik mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Sintang tahun 2024 adalah 685.825 rupiah, naik 16,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 590.485 rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah 1.461.426 rupiah, turun 3,6 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan tahun 2024 adalah 775.601 rupiah, naik 13,4 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Sintang berada di peringkat ketiga untuk ketiga kategori pengeluaran tersebut di Kalimantan Barat, menunjukkan konsumsi masyarakat yang stabil meskipun total pengeluaran mengalami penurunan.
Kabupaten Kayong Utara
Badan Pusat Statistik mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Kayong Utara tahun 2024 adalah 675.863 rupiah, naik 32,8 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 508.910 rupiah. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah 1.414.516 rupiah, turun 11,5 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan tahun 2024 adalah 738.653 rupiah, naik 7,7 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Kayong Utara berada di peringkat keempat untuk pengeluaran bukan makanan, peringkat keempat untuk total pengeluaran, dan peringkat ketujuh untuk pengeluaran makanan di Kalimantan Barat.