- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan data dari International Monetary Fund (IMF), PDB Paritas Daya Beli (PPP) Yunani menunjukkan angka 0.53 unit pada tahun 2024. Angka ini sama dengan nilai pada tahun 2023, mengindikasikan stagnasi dalam PDB PPP Yunani pada tahun tersebut. Kondisi ini perlu dicermati mengingat implikasinya terhadap daya beli dan standar hidup masyarakat Yunani.
Secara historis, PDB PPP Yunani mengalami penurunan dari tahun 2015 hingga 2022. Pada tahun 2015, nilainya berada di angka 0.59 unit, kemudian terus menurun hingga mencapai titik terendah 0.52 unit pada tahun 2021 dan 2022. Penurunan ini mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi Yunani selama periode tersebut. Namun, sejak tahun 2023, terlihat adanya sedikit perbaikan dengan nilai PDB PPP kembali naik menjadi 0.53 unit dan bertahan di angka tersebut hingga tahun 2024.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Liberia 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Yunani terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), pertumbuhan PDB PPP Yunani menunjukkan pemulihan yang lambat. Pertumbuhan tahunan pada tahun 2023 tercatat sebesar 2.13%, diikuti dengan pertumbuhan 0.76% pada tahun 2024. Rata-rata pertumbuhan selama tiga tahun terakhir lebih baik dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan lima tahun sebelumnya (2017-2021) yang mengalami kontraksi.
Kenaikan tertinggi dalam periode yang diamati terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 2.13%, sementara penurunan terdalam terjadi pada tahun 2019 dengan kontraksi turun 4.25%. Anomali penurunan tajam pada tahun 2019 ini perlu dianalisis lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dibandingkan dengan 10 tahun terakhir, fluktuasi PDB PPP Yunani menunjukkan bahwa ekonomi negara ini rentan terhadap guncangan eksternal maupun kebijakan internal.
Peringkat Yunani berdasarkan PDB PPP di kawasan Eropa tidak mengalami perubahan signifikan. Pada tahun 2024, Yunani tetap berada di peringkat 34, sama seperti tahun 2022 dan 2023. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada perbaikan dalam pertumbuhan PDB PPP, posisi Yunani relatif stagnan dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya.
IMF memproyeksikan PDB PPP Yunani akan berada di angka 0.531 pada tahun 2025, kemudian stagnan di 0.531 pada tahun 2026, naik tipis menjadi 0.532 pada tahun 2027 dan 2028, kembali stagnan di 0.532 pada tahun 2029 dan naik tipis menjadi 0.533 pada tahun 2030. Proyeksi ini mengindikasikan pertumbuhan yang sangat lambat dalam beberapa tahun mendatang. Tumbuh pct pada tahun 2025 diproyeksikan -0.19%,kemudian stagnan 0% pada tahun 2026, naik tipis 0.19% pada tahun 2027, kembali stagnan 0% pada tahun 2028 dan 2029, serta naik tipis 0.19% pada tahun 2030. Dibandingkan dengan data terakhir tahun 2024, proyeksi ini menunjukkan bahwa perbaikan ekonomi Yunani akan berjalan lambat dan memerlukan upaya yang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan yang signifikan.
Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Eropa, PDB PPP Yunani masih jauh tertinggal dari negara-negara dengan PDB PPP tertinggi. Sebagai contoh, Irlandia memiliki PDB PPP harga berlaku sebesar 0.76, Belanda 0.774, Jerman 0.717. Bahkan negara tetangga seperti Italia memiliki PDB PPP 0.608. Secara peringkat, negara-negara seperti Islandia, Jerman, dan Inggris menduduki posisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan Yunani. Hal ini mengindikasikan bahwa Yunani perlu melakukan reformasi struktural dan meningkatkan daya saing untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju di Eropa.