Bulan Maret, Inflasi Kesehatan di Kota Tanjung Pinang Sebesar 0,11%

1
Agus Dwi Darmawan 23/04/2026 15:48 WIB
Image Loader
Memuat...
Inflasi (m-to-m) Maret 2026 Menurut Pengeluaran Total Subkelompok di Kota Tanjung Pinang
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Biaya pengeluaran obat-obatan dan produk kesehatan di Kota Tanjung Pinang pada Maret lalu berada di angka 0,11%. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,91%. Di antara delapan kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok kesehatan menyumbang 0,06% inflasi daerah ini.

(Baca: Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kabupaten Luwu Timur Bulan Maret Naik 1,84%)

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) kesehatan di Kota Tanjung Pinang berada di level 109,23 pada Maret 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 109,11.

Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi kesehatan telah mencapai 5,16% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, biaya pengeluaran di Kota Tanjung Pinang telah mengalami pertumbuhan 1,02% (year to date/ytd).

Hasil survei BPS, data per Maret 2026, 11 kelompok inflasi ini berada di urutan 2.5 di bandingkan sub kelompok lainnya.

(Baca: Biaya Transportasi di Kota Kendari Bulan Maret Naik 0,23%)

Berikut ini inflasi subkelompok kesehatan yang di ukur BPS per Maret di Kota Tanjung Pinang :

  • Kelompok obat-obatan dan produk kesehatan 0,11%
  • Kelompok kesehatan 0,06%

Dibandingkan dengan 100 kabupaten/kota lain, inflasi kesehatan tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,12% dengan IHK sebesar 107.44 dan terendah terjadi di Kabupaten Lampung Timur sebesar 0,56% dengan IHK sebesar 113.36. Sementara untuk Kota Tanjung Pinang ini menempati urutan 55.

Realisasi inflasi Indonesia sebesar 1,65% secara bulanan dan 4,76% secara tahunan. Meski tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulanan sebelumnya, tingkat inflasi bulanan ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat turun 0,09%.

Data Populer

Loading...