Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah naik sedikit menjadi 5,26 persen pada 2024, dari 4,99 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 9.550 orang dari total 179.950 jiwa, dengan pertumbuhan 5,41 persen. Wilayah ini berada di urutan 29 di Kalimantan dan 432 se-Indonesia untuk indikator ini.
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kota Magelang Rp.103,58 Juta Data per 2025)
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2005 (11,91 persen) dan terendah pada 2020 (4,79 persen). Pertumbuhan terbesar terjadi 2021 (9,6 persen) dan terendah 2007 (-14,73 persen). Angka 2024 sedikit lebih tinggi dari rata-rata 3 tahun terakhir (5,25 persen) dan sedikit lebih tinggi dari rata-rata 5 tahun terakhir (5,11 persen).
Dibandingkan kabupaten tetangga di Kalimantan Tengah, persentase kemiskinan Katingan (5,26 persen) lebih tinggi dari Barito Selatan (4,83 persen) dan Pulang Pisau (4,56 persen), tapi lebih rendah dari Barito Utara (5,67 persen), Gunung Mas (5,68 persen), dan Kota Waringin Timur (5,66 persen).
Kabupaten Barito Selatan
Berada di urutan 448 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 4,83 persen pada 2024, dengan jumlah penduduk miskin 6.870 orang dari total 136.856 jiwa. Garis kemiskinan di sini mencapai Rp542.075 per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar Rp6,55 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit naik sebesar 2,35 persen, lebih rendah dibandingkan Kabupaten Katingan. Jumlah penduduknya sedikit bertambah sebesar 1,36 persen, yang membuat proporsi penduduk miskin tetap terkontrol dibandingkan wilayah tetangga lainnya.
Kabupaten Barito Utara
Menempati urutan 414 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini mencapai 5,67 persen pada 2024, dengan 7.600 orang penduduk miskin dari total 158.514 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp628.429 per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar Rp8,63 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit naik sebesar 5,98 persen, sedikit lebih tinggi dari Kabupaten Katingan. Jumlah penduduknya sedikit turun sebesar 0,08 persen, namun proporsi miskin tetap meningkat karena penurunan jumlah penduduk tidak sebanding dengan penurunan jumlah miskin.
(Baca: Provinsi Bali Ekspor 418,09 Ribu Ton Buah Buahan dan Sayur Sayuran)
Kabupaten Gunung Mas
Berada di urutan 413 se-Indonesia, persentase kemiskinan wilayah ini adalah 5,68 persen pada 2024, dengan 6.860 orang penduduk miskin dari total 132.675 jiwa. Garis kemiskinan di sini mencapai Rp562.332 per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar Rp6,71 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit naik sebesar 4,73 persen, lebih rendah dari Kabupaten Katingan. Jumlah penduduknya sedikit bertambah sebesar 0,55 persen, yang membuat pertumbuhan miskin relatif terkontrol dibandingkan beberapa wilayah lain.
Kabupaten Kapuas
Menempati urutan 338 se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin, persentase kemiskinan wilayah ini adalah 5,25 persen pada 2024, dengan 19.470 orang penduduk miskin dari total 416.300 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp508.022 per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar Rp5,85 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit naik sebesar 1,46 persen, jauh lebih rendah dari Kabupaten Katingan. Jumlah penduduknya sedikit bertambah sebesar 0,6 persen, yang membuat jumlah miskin tetap tinggi karena ukuran populasi yang besar.
Kabupaten Kota Waringin Timur
Berada di urutan 267 se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin, persentase kemiskinan wilayah ini adalah 5,66 persen pada 2024, dengan 26.690 orang penduduk miskin dari total 443.033 jiwa. Garis kemiskinan di sini mencapai Rp572.827 per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar Rp8,48 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun sebesar 0,45 persen, berbeda dengan Kabupaten Katingan yang mengalami kenaikan. Jumlah penduduknya sedikit bertambah sebesar 2,16 persen, namun proporsi miskin tetap tinggi karena jumlah penduduk miskin yang besar.
Kabupaten Pulang Pisau
Menempati urutan 491 se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin, persentase kemiskinan wilayah ini adalah 4,56 persen pada 2024, dengan 5.910 orang penduduk miskin dari total 142.925 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp542.349 per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar Rp5,49 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun sebesar 0,17 persen, berbeda dengan Kabupaten Katingan yang naik. Jumlah penduduknya sedikit bertambah sebesar 2,76 persen, yang membuat proporsi miskin menurun sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.