Jumlah pekerja di Kota Kendari mengalami trend kenaikan dalam 15 tahun terakhir sedangkan dalam lima tahun terakhir, jumlah pekerja dalam tren turun. Tercatat pada tahun 2022 jumlah pekerja sebanyak 193,95 ribu pekerja kemudian jumlahnya mengalami penurunan menjadi 176,21 ribu pekerja pada tahun 2024.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Kalimantan Tengah | 2025)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, menurut catatan BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Kendari pada Desember 2024, bertambah 0,49% menjadi 5,67% dibandingkan dengan Desember 2023. Sementara dibanding Desember 2022, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga tercatat naik dari sebelumnya yang sebesar 5,23%.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Naiknya tingkat pengangguran terbuka (TPT) tak terlepas dari data jumlah angkatan kerja di wilayah ini. Jumlah angkatan kerja di Kota Kendari mengalami trend kenaikan dalam 17 tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2022 jumlah angkatan kerja sebanyak 204,66 ribu pekerja kemudian jumlahnya turun menjadi 186,79 ribu pekerja pada tahun 2024.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 112 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Kendari tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 4,81 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 3,29 persen.
Data Kependudukan di Kota Kendari:
Jumlah penduduk di Kota Kendari tercatat 355,67 ribu jiwa data per 2024. Untuk data terakhir ini, jumlah penduduk mengalami kenaikan. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) jumlah penduduk di wilayah ini turun 1,97%. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan lima tahun sebelumnya yang tercatat 2,59%.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Lembata 2,18%)
Menurut nominalnya dibandingkan dengan wilayah lain se-provinsi Sulawesi Tenggara, kabupaten/kota ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lain, sementara bila dikelompokkan menurut pulau, kabupaten/kota ini ada di urutan 17.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kota Kendari pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 26,84 ribu jiwa (7,55%)
- Umur 5-9 tahun 36,62 ribu jiwa (10,3%)
- Umur 10-14 tahun 34,98 ribu jiwa (9,83%)
- Umur 15-19 tahun 26,39 ribu jiwa (7,42%)
- Umur 20-24 tahun 30,77 ribu jiwa (8,65%)
- Umur 25-29 tahun 29,88 ribu jiwa (8,4%)
- Umur 30-34 tahun 29,66 ribu jiwa (8,34%)
- Umur 35-39 tahun 29,63 ribu jiwa (8,33%)
- Umur 40-44 tahun 27,37 ribu jiwa (7,69%)
- Umur 45-49 tahun 22,65 ribu jiwa (6,37%)
- Umur 50-54 tahun 19,16 ribu jiwa (5,39%)
- Umur 55-59 tahun 15,36 ribu jiwa (4,32%)
- Umur 60-64 tahun 10,77 ribu jiwa (3,03%)
- Umur 65-69 tahun 7,14 ribu jiwa (2,01%)
- Umur 70-74 tahun 4,21 ribu jiwa (1,18%)
- Umur lebih dari 75 tahun 4,24 ribu jiwa (1,19%)