- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah mencatat data historis jumlah sekolah SMA di wilayah ini sepanjang periode 2018 hingga 2024 menunjukkan tren penambahan bertahap. Pada tahun 2024 tercatat terdapat 248 unit sekolah SMA, meningkat 3 unit dibandingkan tahun 2023 berjumlah 245 unit. Selama periode pengamatan hanya terjadi stagnasi jumlah sekolah pada 2019-2020, sebelum kembali bertambah setiap tahun sampai saat ini.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kab. Musi Rawas 2024)
Berdasarkan data tahun 2024, dari total seluruh sekolah SMA di Kalimantan Tengah, 182 unit merupakan SMA Negeri sedangkan 66 unit merupakan SMA Swasta. Sekolah negeri mendominasi sebesar 73,4% dari total keseluruhan sekolah, sementara sekolah swasta mencakup 26,6% sisanya. Kedua jenis sekolah sama-sama mencatatkan kenaikan, dimana SMA Negeri tumbuh 0,6% dan SMA Swasta tumbuh lebih tinggi sebesar 3,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun, pada catatan terakhir tahun 2023 tercatat sebanyak 141.143 jiwa. Angka ini meningkat hampir 6 ribu jiwa dibandingkan 4 tahun sebelumnya pada tahun 2019. Secara nasional, Kalimantan Tengah saat ini berada di urutan ke-23 untuk jumlah penduduk usia SMA, naik satu peringkat dari posisi 24 yang dipegang secara konsisten selama bertahun-tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Bengkulu 2018 - 2025)
Pada tahun 2024 lalu, total jumlah guru SMA di Kalimantan Tengah tercatat sebanyak 5.278 orang, meningkat 2,5% dibandingkan tahun 2023 berjumlah 5.148 orang. Dari total tersebut, sebanyak 4.584 orang bertugas di SMA Negeri sedangkan hanya 694 orang yang bertugas di SMA Swasta. Pertumbuhan jumlah tenaga pendidik di sekolah negeri juga tercatat lebih tinggi yakni 2,7% dibandingkan hanya 1,2% untuk sekolah swasta pada periode yang sama.
Kecenderungan penambahan jumlah sekolah, tenaga pendidik serta angka partisipasi murni SMA yang tumbuh 9,1% pada tahun 2025 menjadi sinyal positif perkembangan pendidikan menengah atas di Kalimantan Tengah. Meskipun demikian, pertumbuhan jumlah penduduk usia sekolah tetap perlu diimbangi dengan penambahan kapasitas sekolah secara merata di seluruh wilayah provinsi.