Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk bekerja di sektor formal Provinsi Papua Barat pada tahun 2024 tercatat sebesar 107.717 jiwa. Nilai ini merupakan titik terendah sepanjang periode data 8 tahun terakhir sejak 2015, dengan penurunan sebesar 53,67 persen dibandingkan tahun 2023. Sepanjang catatan historis, angka pekerja formal di wilayah ini mengalami fluktuasi dengan 4 kali periode kenaikan dan 3 kali periode penurunan, sebelum anjlok drastis pada tahun berjalan.
(Baca: Pengeluaran Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan di Kabupaten Gunung Kidul Bulan April Naik 4,72%)
Sepanjang riwayat data, kenaikan tertinggi pekerja formal Papua Barat terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 20,01 persen yang menjadikan jumlah pekerja mencapai puncak tertinggi sebesar 232.485 jiwa. Untuk rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat minus 12,83 persen, kondisi ini jauh lebih buruk dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir yang tercatat minus 8,09 persen. Total perubahan nilai sejak 2015 hingga 2024 menunjukkan penurunan keseluruhan sebesar 28,18 persen.
Dari sisi peringkat, selama 7 tahun berturut-turut Papua Barat menempati urutan kedua terbanyak jumlah pekerja formal di wilayah Pulau Papua, namun pada tahun 2024 peringkat ini turun menjadi posisi ketiga. Secara nasional, peringkat wilayah ini juga anjlok dari posisi 30 pada tahun 2023 menjadi peringkat terbawah yaitu posisi 35 dari seluruh provinsi di Indonesia pada tahun 2024.
Nilai pekerja formal Papua Barat tahun 2024 berada di bawah rata-rata periode 2015-2024 yang tercatat sebesar 185.112 jiwa. Tren jangka panjang data menunjukkan penurunan konsisten dengan rata-rata penurunan tahunan sebesar 4,62 persen. Satu-satunya periode dengan pertumbuhan di atas 10 persen hanya terjadi pada tahun 2018 dan 2023, selebihnya pergerakan nilai hanya berubah sedikit atau mengalami penurunan.
Papua
Provinsi Papua menempati urutan pertama tertinggi jumlah pekerja formal di wilayah Pulau Papua pada tahun 2024 dengan total 196.010 jiwa. Meskipun menempati peringkat teratas, wilayah ini mengalami penurunan sebesar 48,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya satu-satunya wilayah di Pulau Papua yang mengalami penurunan lebih besar dibandingkan Papua Barat pada periode yang sama. Secara nasional Provinsi Papua berada di peringkat 32, masih 3 tingkatan lebih atas dibandingkan posisi Papua Barat.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara tercatat memiliki jumlah pekerja formal sebesar 187.640 jiwa pada tahun terakhir, dengan pertumbuhan positif sebesar 3,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat kelima se-Kalimantan dan peringkat 33 secara nasional, hanya selisih satu peringkat di atas posisi Papua Barat. Nilai pekerja formal di Kalimantan Utara hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan nilai yang dicatatkan Papua Barat pada tahun 2024.
Papua Barat Daya
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Lampung 2018 - 2025)
Papua Barat Daya menempati urutan kedua di wilayah Pulau Papua dengan jumlah pekerja formal sebesar 128.163 jiwa pada tahun 2024. Nilai ini 18,9 persen lebih besar dibandingkan jumlah pekerja formal Papua Barat pada periode yang sama, sehingga berhasil menduduki peringkat yang sebelumnya dipegang Papua Barat selama bertahun-tahun. Secara nasional wilayah ini berada di peringkat 34, satu tingkatan di atas posisi Papua Barat tahun 2024.
Papua Tengah
Jumlah pekerja formal Provinsi Papua Tengah tercatat sebesar 101.086 jiwa pada tahun terakhir, menempati urutan keempat di wilayah Pulau Papua. Nilai ini hanya berbeda sekitar 6 persen lebih rendah dibandingkan nilai yang dicapai Papua Barat tahun 2024, dengan selisih jumlah sekitar 6.631 jiwa antar kedua wilayah. Secara nasional Papua Tengah berada di peringkat 36, satu tingkatan tepat di bawah posisi Papua Barat.
Papua Selatan
Papua Selatan menempati urutan kelima di wilayah Pulau Papua dengan total jumlah pekerja formal sebesar 75.141 jiwa pada tahun 2024. Nilai ini sekitar 30 persen lebih rendah dibandingkan jumlah pekerja formal yang dimiliki Papua Barat pada periode yang sama. Secara nasional wilayah ini menempati peringkat 37, dua tingkatan di bawah posisi Papua Barat pada tahun pencatatan terakhir.
Papua Pegunungan
Provinsi Papua Pegunungan menjadi wilayah dengan jumlah pekerja formal terendah di seluruh wilayah Pulau Papua pada tahun 2024, dengan total hanya 42.726 jiwa. Nilai ini kurang dari setengah dari jumlah pekerja formal yang tercatat di Papua Barat pada tahun yang sama. Secara nasional wilayah ini menempati peringkat 38, menjadi urutan paling bawah dari seluruh provinsi yang tercatat pada data tersebut.