Kementerian LHK: Jumlah Hotspot di Indonesia Capai 326 Dalam 24 Jam Terakhir (Rabu, 11 Maret 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 11/03/2026 11:47 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 326 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 133 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Rabu (11/3/2026) pukul 11.47 WIB. Dari 326 titik panas terdeteksi, 3 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 314 titik skala sedang, dan 9 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk Ketiga Dunia (Selasa, 6 Juni 2023))

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Riau sebanyak 104 titik. Sulawesi Selatan menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 35 titik. Maluku Utara berada di posisi ketiga sebanyak 33 titik panas.

Sebanyak 30 titik panas terdeteksi di Jambi, Sulawesi Tenggara menyusul dengan 25 titik panas, serta Sulawesi Tengah dan Kepulauan Riau masing-masing memiliki 21 dan 13 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Survei Kurious: Banyak Orang Merasa Kualitas Udara Indonesia Buruk)

Data Populer

Loading...