Perang Amerika Serikat-Israel versus Iran yang meletus sejak 28 Februari 2026 masih berlangsung hingga sekarang dan terus memakan korban jiwa.
Menurut jaringan media Timur Tengah Al Jazeera, sampai hari ke-25 perang, yakni 24 Maret 2026, sudah ada setidaknya 2.647 orang yang tewas.
Korban jiwa paling banyak berada di Iran dan Lebanon, seperti terlihat pada grafik.
(Baca: Harga BBM Naik di Banyak Negara setelah Iran Dilanda Perang)
Angka di atas belum mencakup korban luka-luka, yang jumlah totalnya lebih dari 26.000 orang.
Korban luka paling banyak berada di Iran dengan jumlah 18.551 orang, kemudian di Israel 4.829 orang, dan di Lebanon 2.876 orang.
Sedangkan di negara-negara lain yang ikut terseret menjadi target serangan, jumlah korban luka lebih sedikit atau belum tercatat lengkap.
Berdasarkan laporan Al Jazeera, sampai 24 Maret 2026, serangan gabungan AS-Israel sudah menjangkau wilayah Iran, Irak, dan Lebanon.
Kemudian serangan Iran telah menjangkau wilayah Israel dan pangkalan militer AS yang tersebar di Yordania, Palestina, Suriah, Irak, Kuwait, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, serta pangkalan militer Inggris di Siprus.
(Baca: Iran Dilanda Perang, Harga BBM di Asia Tenggara Naik)