Laporan Institute for Economics and Peace (IEP) bertajuk Global Terrorism Index (GTI) 2026 menunjukkan, Indonesia menempati peringkat keempat sebagai negara yang paling terdampak terorisme di kawasan Asia-Pasifik pada 2026.
Dari pengukuran IEP, Indonesia memiliki skor GTI sebesar 4,714 poin pada tahun ini. Capaian ini sekaligus menempatkannya di peringkat ke-24 secara global.
IEP menyebut, total korban tewas akibat terorisme di Indonesia meningkat hingga 50% pada 2026.
"Hampir seluruh insiden di Indonesia terjadi di wilayah Papua Barat dan dikaitkan dengan kelompok bersenjata," tulis IEP dalam laporannya.
Di sisi lain, Indonesia dihadapkan dengan kekhawatiran keamanan yang berasal dari radikalisasi daring oleh organisasi jihad transnasional.
Sementara, Myanmar menempati posisi teratas negara yang paling terdampak terorisme di Asia-Pasifik dengan skor indeks sebesar 6,245 poin.
Menurut laporan IEP, secara umum dampak terorisme di kawasan Asia-Pasifik cenderung membaik dalam setahun terakhir. Jumlah korban tewas akibat terorisme turun 27,7%, sementara jumlah insiden menurun 37,6%.
Berikut daftar 11 negara dengan skor GTI tertinggi di Asia-Pasifik pada 2026:
- Myanmar: 6,245 poin
- Thailand: 5,275 poin
- Filipina: 4,719 poin
- Indonesia: 4,714 poin
- Australia: 3,732 poin
- China: 1,311 poin
- Malaysia: 1,092 poin
- Jepang: 0,571 poin
- Korea Selatan: 0,333 poin
- Kamboja: 0,233 poin
- Selandia Baru: 0,114 poin.
Sebagai catatan, data yang dicantumkan di atas hanya negara yang memiliki poin atau terdampak. Negara-negara lain seperti Singapura, Timor Leste, dan sebagainya tidak dicantumkan.
IEP menghitung skor GTI berdasarkan empat indikator, yaitu jumlah insiden, kematian, cedera, dan sandera yang disebabkan oleh aksi terorisme.
Adapun skala yang digunakan GTI adalah pada rentang 0-10, angka 0 menunjukkan bahwa tak ada dampak dari terorisme, sedangkan 10 mewakili dampak terorisme tertinggi. GTI menganalisis dampak terorisme di 163 negara di dunia.
(Baca: Aksi Terorisme di Indonesia Menurun dalam 3 Tahun Terakhir)