Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Ponorogo tahun 2025 sebesar 8,86 persen. Angka ini turun sebanyak 0,25 persen dibandingkan tahun 2024, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 2.120 jiwa menjadi total 77.930 jiwa pada tahun terakhir. Saat ini kabupaten ini menempati peringkat 252 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan.
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 dengan nilai 18,45 persen. Sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi sebesar 4,83 persen terjadi tahun 2006, dan penurunan terbesar terjadi tahun 2009 sebesar 11,97 persen. Peringkat nasional kabupaten ini bergeser dari posisi 190 tahun 2004 menjadi 252 tahun 2025.
(Baca: Rata-Rata Upah atau Gaji Bersih Sebulan Pekerja Formal Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di DI Yogyakarta | 2025)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 9,17 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 9,41 persen. Nilai tahun 2025 berada sedikit dibawah kedua rata-rata tersebut. Secara umum selama 21 tahun data tercatat, angka kemiskinan menunjukkan penurunan jangka panjang meski terjadi kenaikan pada tahun 2013, 2015, 2020 dan 2021.
Kabupaten Gresik
Berada di peringkat 224 nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,95 persen dengan penurunan tahunan sebesar 3,59 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 138.550 jiwa, hampir dua kali lipat dibandingkan Ponorogo. Garis kemiskinan disini ditetapkan sebesar 635,15 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 146,67 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Jember
Peringkat 263 nasional, persentase kemiskinan sebesar 8,67 persen dengan penurunan tahunan 3,77 persen. Jumlah penduduk miskin disini mencapai 216.760 jiwa, menjadikannya salah satu jumlah tertinggi di Jawa Timur pada kelompok ini. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 42,36 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 474,90 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Kediri
(Baca: Statistik PDRB ADHK Sektor Industri Tekstil dan Pakaian Jadi Periode 2013-2025)
Menempati peringkat 230 secara nasional, nilai persentase kemiskinan tercatat 9,81 persen dengan penurunan tahunan hanya sebesar 1,41 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 157.470 jiwa. Garis kemiskinan disini sebesar 419,49 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 34,50 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Magetan
Berada di peringkat 245 nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,14 persen dengan penurunan tahunan sebesar 1,93 persen. Jumlah penduduk miskin disini tercatat 58.380 jiwa, lebih rendah dibandingkan Ponorogo. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 38,26 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 470,41 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Malang
Peringkat 256 nasional, persentase kemiskinan sebesar 8,78 persen dengan penurunan tahunan sebesar 2,23 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 235.630 jiwa, angka tertinggi pada kelompok kabupaten perbandingan ini. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 436,15 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 54,52 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Mojokerto
Menempati peringkat 255 nasional, persentase kemiskinan tercatat 8,79 persen dengan penurunan tahunan sebesar 6,19 persen, penurunan terbesar pada seluruh kabupaten dalam kelompok perbandingan. Jumlah penduduk miskin mencapai 102.670 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 105,45 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 526,40 ribu rupiah per kapita per bulan.