Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Persentase penduduk miskin tahun ini tercatat 20,90 persen, sedikit turun 0,13 persen dibandingkan tahun 2024. Jumlah penduduk miskin tercatat 24.330 jiwa, sedikit turun sebanyak 10 jiwa dari tahun sebelumnya.
(Baca: Update 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Berau Rp.193,39 Juta)
Sepanjang periode 2005 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 40,18 persen. Titik terendah persentase kemiskinan tercatat pada tahun 2022 dengan angka 20,73 persen. Secara ranking nasional, saat ini wilayah ini berada di urutan 47 dari total 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Dalam kurun 20 tahun terakhir, tercatat penurunan hampir setengah dari angka kemiskinan awal periode. Pada tiga tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan berada di angka 21,00 persen, sedangkan rata-rata lima tahun terakhir tercatat 21,59 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2022 dengan penurunan 10,84 persen.
Pada tahun 2015 sempat terjadi anomali kenaikan persentase kemiskinan sebesar 8,42 persen, yang menggeser ranking nasional wilayah ini tetap bertahan di urutan 49 selama 6 tahun berturut-turut. Sejak tahun 2022 ranking nasional perlahan membaik, hingga tahun 2025 berhasil naik 3 peringkat dari posisi tahun sebelumnya.
Kabupaten Buru
Berada di urutan 85 nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka 15,11 persen, mencatatkan penurunan sebesar 6,03 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 23.950 jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar 638,73 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini tercatat 23,23 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,39 persen tahunan.
Kabupaten Kepulauan Aru
Ranking 40 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 23,10 persen dan hanya mengalami penurunan 1,24 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin ada pada angka 22.250 jiwa, sedangkan garis kemiskinan ditetapkan sebesar 673,36 ribu rupiah per kapita setiap bulannya. Masyarakat wilayah ini memiliki pendapatan per kapita 46,19 juta rupiah per tahun, menjadi yang tertinggi diantara kelompok kabupaten perbandingan ini.
(Baca: Nilai Impor di Sulawesi Tenggara | 2021)
Kabupaten Maluku Tengah
Menduduki urutan 65 nasional persentase kemiskinan dengan angka 16,71 persen, mencatatkan penurunan 5,43 persen pada tahun berjalan. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak yaitu 63.050 jiwa dari seluruh daftar perbandingan. Garis kemiskinan tercatat 643,10 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 27,36 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Maluku Tenggara
Urutan 46 nasional persentase kemiskinan dengan angka 21,16 persen, hanya mengalami penurunan sangat sedikit sebesar 0,28 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 21.420 jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar 728,29 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini tercatat 36,62 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 4,88 persen.
Kabupaten Seram Bagian Barat
Berada di urutan 44 nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka 21,85 persen, mencatatkan penurunan sebesar 2,06 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 38.010 jiwa, dengan garis kemiskinan terendah di kelompok ini yaitu 554,14 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat juga tercatat paling rendah yaitu 18,86 juta rupiah per tahun.
Kota Tual
Menduduki urutan 55 nasional persentase kemiskinan dengan angka 19,39 persen, mengalami penurunan sebesar 3,10 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.940 jiwa, dengan garis kemiskinan tertinggi di kelompok ini yaitu 777,96 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini tercatat 38,39 juta rupiah per tahun.