Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor tahunan Provinsi Sulawesi Tenggara pada akhir tahun 2021 mencapai 2096,58 US$ juta. Selama periode pengamatan 2016 hingga 2021, nilai impor daerah ini tidak pernah mengalami penurunan sama sekali, seluruh periode menunjukkan tren kenaikan secara konsisten. Pada tahun 2021, terjadi kenaikan sebesar 602,15 US$ juta dibandingkan tahun sebelumnya, dengan persentase pertumbuhan mencapai 40,29 persen.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA12 Kota Depok 2025)
Rata-rata pertumbuhan impor Sulawesi Tenggara selama 5 tahun terakhir mencapai 42,66 persen per tahun, sedangkan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat sebesar 39,15 persen. Artinya performa pertumbuhan 3 tahun terakhir sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata 5 tahun secara keseluruhan. Kenaikan tertinggi sepanjang periode terjadi pada tahun 2019 dengan pertumbuhan 68,61 persen, sedangkan kenaikan terendah tercatat pada tahun 2020 yaitu sebesar 8,56 persen.
Dari sisi peringkat, Sulawesi Tenggara berada di urutan ke-2 di wilayah Pulau Sulawesi selama tiga tahun berturut-turut hingga 2021, setelah sebelumnya menempati urutan ke-3 pada periode 2016 sampai 2018. Secara nasional, peringkat Sulawesi Tenggara pada tahun 2021 berada di urutan 11 dari seluruh provinsi di Indonesia, mengalami sedikit penurunan satu peringkat dibandingkan tahun 2020 yang berada di urutan 10 nasional.
Pada tahun 2021, nilai impor Sulawesi Tenggara masih berada di atas rata-rata periode pengamatan. Secara kumulatif, nilai impor daerah ini mengalami peningkatan total sebesar 412,24 persen selama 6 tahun, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 38,64 persen. Selama seluruh periode pengamatan, tidak pernah terjadi satu tahun pun dimana nilai impor Sulawesi Tenggara mengalami kontraksi.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menempati urutan pertama peringkat pulau dan urutan 8 nasional untuk nilai impor tahun 2021, dengan total nilai impor mencapai 3329,66 US$ juta. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan impor sebesar 69,85 persen pada tahun tersebut, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 1369,35 US$ juta dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai impor Kalimantan Timur menjadi yang tertinggi diantara seluruh provinsi yang tercatat dalam data perbandingan, bahkan melebihi hampir 60 persen dibandingkan nilai impor Sulawesi Tenggara pada periode yang sama.
Jawa Barat
Jawa Barat tercatat berada pada peringkat 5 wilayah Pulau Jawa dan peringkat 9 nasional untuk nilai impor tahun 2021, dengan total nilai impor mencapai 2847,85 US$ juta. Pertumbuhan impor provinsi ini pada tahun tersebut tercatat sebesar 42,29 persen, dengan kenaikan nilai sebesar 846,37 US$ juta dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun menempati urutan bawah di pulau Jawa, nilai impor Jawa Barat masih berada di atas nilai impor Sulawesi Tenggara dan menempati urutan kedua pada daftar perbandingan provinsi ini.
Lampung
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kediri | 2004 - 2025)
Lampung menempati urutan ketiga peringkat Pulau Sumatera dan urutan 10 nasional untuk nilai impor tahun 2021, dengan total nilai impor mencapai 2206,73 US$ juta. Pertumbuhan impor provinsi ini pada tahun tersebut tercatat sangat tinggi yaitu sebesar 67,87 persen, dengan kenaikan nilai sebesar 892,19 US$ juta dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai impor Lampung hanya terpaut sedikit di atas nilai impor Sulawesi Tenggara, dengan selisih nilai kurang dari 111 US$ juta pada tahun 2021.
Maluku Utara
Maluku Utara menempati urutan pertama peringkat Pulau Maluku dan urutan 12 nasional untuk nilai impor tahun 2021, dengan total nilai impor mencapai 1708,56 US$ juta. Pertumbuhan impor provinsi ini pada tahun tersebut tercatat sebesar 18,83 persen, dengan kenaikan nilai sebesar 270,72 US$ juta dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai impor Maluku Utara berada di bawah nilai impor Sulawesi Tenggara, dan menjadi satu-satunya provinsi dari wilayah Maluku yang masuk dalam daftar perbandingan ini.
Riau
Riau tercatat berada pada peringkat 4 wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 13 nasional untuk nilai impor tahun 2021, dengan total nilai impor mencapai 1622,33 US$ juta. Pertumbuhan impor provinsi ini pada tahun tersebut tercatat sebesar 23,09 persen, dengan kenaikan nilai sebesar 304,37 US$ juta dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai impor Riau berada hampir 474 US$ juta di bawah nilai impor Sulawesi Tenggara, dengan pertumbuhan yang juga lebih rendah dibandingkan pertumbuhan impor Sulawesi Tenggara pada periode yang sama.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati urutan kelima peringkat Pulau Sumatera dan urutan 14 nasional untuk nilai impor tahun 2021, dengan total nilai impor mencapai 951,38 US$ juta. Pertumbuhan impor provinsi ini pada tahun tersebut tercatat sangat rendah yaitu sebesar 1,35 persen, dengan kenaikan nilai hanya sebesar 12,68 US$ juta dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai impor Sumatera Selatan merupakan yang terendah dari seluruh provinsi dalam daftar perbandingan, kurang dari separuh nilai impor Sulawesi Tenggara pada tahun 2021.