Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Kediri semester tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat sebesar 9,81 persen, turun sedikit dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 9,95 persen. Jumlah penduduk miskin saat ini sebesar 157.470 jiwa, berkurang sebanyak 1.800 jiwa dari periode sebelumnya.
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Kediri pernah mencapai nilai tertinggi sebesar 19,28 persen pada tahun 2006, dan terendah pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar naik terjadi tahun 2006 sebesar 9,3 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi tahun 2009 sebesar 9,55 persen.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kota Kediri 2016-2025)
Secara peringkat nasional, Kabupaten Kediri saat ini menempati urutan 230 dari total 514 kabupaten kota di Indonesia. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 10,16 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir berada di angka 10,67 persen. Angka tahun 2025 ini lebih rendah dari kedua rata-rata tersebut.
Kabupaten Gresik
Berada di peringkat 224 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 9,95 persen dengan penurunan sebesar 3,59 persen dibanding periode sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 138.550 jiwa, garis kemiskinan berada pada angka 635,15 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 146,67 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan sebesar 6,07 persen.
Kabupaten Magetan
Peringkat 245 nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 9,14 persen dan mengalami penurunan sebesar 1,93 persen. Terdapat 58.380 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 470,41 ribu rupiah per kapita setiap bulan. Pendapatan per kapita wilayah berada pada angka 38,26 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Mojokerto
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Surakarta | 2004 - 2025)
Menempati urutan 255 secara nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 8,79 persen dengan penurunan sebesar 6,19 persen menjadi salah satu penurunan terbesar dibanding wilayah sekitar. Jumlah penduduk miskin sebesar 102.670 jiwa, garis kemiskinan sebesar 526,40 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 105,45 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Nganjuk
Peringkat 218 nasional menjadi posisi wilayah ini, dengan persentase kemiskinan tercatat 10,06 persen yang hanya turun sedikit sebesar 1,08 persen dari periode sebelumnya. Terdapat 107.300 jiwa penduduk masuk kategori miskin, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 561,81 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat berada pada angka 34,31 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Ponorogo
Wilayah ini berada di peringkat 252 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 8,86 persen dan mengalami penurunan sebesar 2,74 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 77.930 jiwa, garis kemiskinan berada pada angka 428,18 ribu rupiah per kapita setiap bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 30,01 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Trenggalek
Menempati urutan 206 nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 10,29 persen dengan penurunan sebesar 2 persen dibanding periode sebelumnya. Terdapat 72.350 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 450,33 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah berada pada angka 35,11 juta rupiah per tahun.