Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Surakarta semester 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 7,69 persen, turun 0,62 poin dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan minus 7,46 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 40.080 jiwa, berkurang 3.200 jiwa dibanding periode 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Puncak | 2009 - 2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kota Surakarta pernah mencapai nilai tertinggi 16,13 persen pada tahun 2008, dan nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada 2008 sebesar 18,26 persen, sedangkan pertumbuhan terendah tercatat pada 2018 sebesar minus 14,74 persen.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kota Surakarta adalah 8,15 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 8,61 persen. Saat ini Kota Surakarta berada di peringkat 298 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase penduduk miskin. Peringkat ini bergeser 1 posisi turun dari tahun 2024 yang berada di peringkat 297.
Kabupaten Batang
Berada di peringkat 295 tingkat nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 7,79 persen dengan penurunan sebesar 10,77 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 61.750 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 436,94 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 39,39 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,53 persen.
Kabupaten Kudus
Peringkat 348 tingkat nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan yang tercatat 6,59 persen. Angka kemiskinan mengalami penurunan 8,85 persen pada periode terakhir, dengan jumlah penduduk miskin 60.370 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 576,20 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita mencapai 148,38 juta rupiah per tahun.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan DKI Jakarta Desember 2025: Naik Jadi Rp.852,77 Ribu per Kapita/Bulan)
Kabupaten Pekalongan
Persentase kemiskinan sebesar 8,05 persen menempatkan wilayah ini di peringkat 285 seluruh Indonesia. Angka kemiskinan turun 10,06 persen pada tahun terakhir, jumlah penduduk miskin tercatat 73.800 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan 538,37 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 31,72 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sukoharjo
Berada di peringkat 334 tingkat nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 6,83 persen dengan penurunan 8,57 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 62.660 jiwa, garis kemiskinan sebesar 536,78 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita mencapai 56,28 juta rupiah per tahun.
Kota Tegal
Persentase kemiskinan 7,28 persen menempatkan wilayah ini di peringkat 312 seluruh Indonesia. Angka kemiskinan mengalami penurunan sedikit sebesar 4,71 persen pada tahun terakhir, jumlah penduduk miskin tercatat 18.270 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 702,11 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 77,03 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Temanggung
Di peringkat 296 tingkat nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 7,78 persen dengan penurunan 10,27 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 62.050 jiwa, garis kemiskinan 443,09 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 38,00 juta rupiah per tahun.