Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Surakarta semester 2025 sebesar 7,69 persen. Angka ini turun 0,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 3.200 jiwa dari total 43.280 jiwa menjadi 40.080 jiwa.
Data historis periode 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan Kota Surakarta pernah mencapai titik tertinggi 16,13 persen pada tahun 2008, dan terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi 18,26 persen pada 2008, sedangkan penurunan terbesar tercatat 14,74 persen pada 2018.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Minahasa | 2004 - 2025)
Ranking persentase kemiskinan Kota Surakarta secara nasional saat ini berada di urutan 298 dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir adalah 8,15 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 8,60 persen. Posisi ranking nasional wilayah ini terus bergeser ke bawah sejak tahun 2014.
Dari 6 kabupaten kota di Jawa Tengah dengan angka kemiskinan berdekatan, Kota Surakarta mencatatkan penurunan persentase kemiskinan sebesar 7,46 persen. Angka penurunan ini lebih kecil dibandingkan 5 wilayah lain yang memiliki penurunan antara 8,57 persen hingga 10,77 persen, hanya lebih besar dibandingkan Kota Tegal.
Kabupaten Batang
Berada di ranking 295 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 7,79 persen dengan penurunan 10,77 persen pada tahun terakhir. Terdapat 61.750 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan berada di 436,94 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 39,39 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita tercatat 8,53 persen, menjadi yang tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan.
Kabupaten Kudus
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 348, dengan angka kemiskinan 6,59 persen dan penurunan 8,85 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 60.370 jiwa, garis kemiskinan 576,20 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini mencapai 148,38 juta rupiah per tahun, menjadi yang tertinggi dan berada di ranking 48 nasional untuk indikator pendapatan.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Kolaka Utara 86.942 dan Angka Pengangguran 1,62%)
Kabupaten Pekalongan
Menempati urutan 285 secara nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka 8,05 persen, wilayah ini mencatatkan penurunan 10,06 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 73.800 jiwa, merupakan jumlah tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan. Garis kemiskinan tercatat 538,37 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 31,72 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sukoharjo
Persentase kemiskinan tercatat 6,83 persen dengan ranking nasional 334, mengalami penurunan 8,57 persen pada tahun terakhir. Terdapat 62.660 jiwa penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan berada di 536,78 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 56,28 juta rupiah per tahun.
Kota Tegal
Berada di urutan 312 nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka 7,28 persen, wilayah ini hanya mengalami penurunan 4,71 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 18.270 jiwa, menjadi yang terendah diantara seluruh wilayah perbandingan. Garis kemiskinan mencapai 702,11 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi yang tertinggi dalam daftar perbandingan.
Kabupaten Temanggung
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 296, dengan angka 7,78 persen dan penurunan 10,27 persen tahun terakhir. Terdapat 62.050 jiwa penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan tercatat 443,09 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 38,00 juta rupiah per tahun.