Survei CIGI: Media Sosial dapat Meningkatkan Kebebasan Berpendapat

Pengaruh Platform Media Sosial terhadap Kebebasan Berpendapat di Dunia 2019

Sumber : Ipsos MORI, 2019

Disalin..

Penulis: Dwi Hadya Jayani

Editor: Hari Widowati

14/6/2019, 14.00 WIB

Survei Centre for International Governance Innovation (CIGI) dan Ipsos menyatakan bahwa 50% masyarakat dunia setuju media sosial bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kebebasan berpendapat. Hanya 13% yang menganggap media sosial justru mengurangi kebebasan berpendapat dan 37% yang menganggap media sosial tidak memiliki dampak apapun. Survei ini dilakukan pada 21 Desember 2018 hingga 10 Februari 2019 di 25 negara dengan sampel 25.229 pengguna internet.

Kenya menjadi negara yang memiliki tingkat keterbukaan tertinggi terhadap kebebasan berpendapat di media sosial, yaitu sebesar 88%. Sementara yang mengganggap tidak memiliki dampak dan mengurangi kebebasan berpendapat masing-masing hanya sebesar 6% dan 5%.

Indonesia berada di peringkat kelima setelah Nigeria, Tusnisia, dan Afrika Selatan. Sebanyak 66% responden menyetujui media sosial dapat meningkatkan kebebasan berpendapat. Hanya 8% responden yang menganggap media sosial dapat mengurangi kebebasan berpendapat sedangkan 25% responden menganggap medsos tidak berdampak apapun.

Pernyataan sebaliknya yang menganggap medsos dapat mengurangi kebebasan berpendapat tertinggi terjadi di Turki dengan 37% responden dan Rusia sebesar 27%. Sementara itu, responden yang menganggap medsos tidak berdampak apapun paling banyak terdapat di Jepang, yakni sebesar 62% dari total responden.

(Baca Databoks: Koneksi Internet di Indonesia Masih Tertinggal dari Negara-negara Asean)   

data terkait