Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Kepahiang pada tahun 2024 mencapai 123157 Rupiah, mengalami kenaikan sebesar 11.1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini setara dengan sekitar 75.9 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut, dan lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (30717 Rupiah) maupun perawatan (34347 Rupiah). Kabupaten Kepahiang menempati peringkat ke-10 di antara kabupaten/kota seprovinsi Bengkulu dan peringkat ke-316 se-Indonesia untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau tahun ini.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Tenggara 2015 - 2024)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Kepahiang mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran tersebut sebesar 92182 Rupiah, kemudian sedikit turun menjadi 87461 Rupiah pada tahun 2019. Tahun 2020, pengeluaran naik menjadi 94318 Rupiah, sebelum sedikit turun lagi menjadi 91191 Rupiah pada tahun 2021. Mulai tahun 2022, pengeluaran terus naik secara konsisten: menjadi 104610 Rupiah pada 2022, 110842 Rupiah pada 2023, dan mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 112869 Rupiah, sedangkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 97684 Rupiah, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Bandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi Bengkulu, pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi dimiliki oleh Kabupaten Mukomuko dengan 215869 Rupiah pada tahun 2024, mengalami kenaikan sebesar 6.6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Berikutnya adalah Kabupaten Seluma dengan 156852 Rupiah, yang sedikit turun sebesar 0.8 persen. Kota Bengkulu mencatat pengeluaran 156107 Rupiah dengan kenaikan 1.8 persen, Kabupaten Kaur dengan 148626 Rupiah (kenaikan 2.5 persen), dan Kabupaten Lebong dengan 147897 Rupiah (kenaikan 0.3 persen). Kabupaten Kepahiang tetap menempati peringkat ke-10 di provinsi ini, tidak ada perubahan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Bukan Makanan
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan di Kab. Malang 2018 - 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk barang dan jasa bukan makanan di Kabupaten Kepahiang pada tahun 2024 mencapai 526021 Rupiah, mengalami kenaikan sebesar 13.1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan wilayah tersebut pada peringkat ke-6 di antara kabupaten/kota seprovinsi Bengkulu, di belakang Kota Bengkulu (1312289 Rupiah, kenaikan 48.1 persen) dan Kabupaten Mukomuko (722152 Rupiah, kenaikan 22.1 persen). Pengeluaran bukan makanan di Kabupaten Kepahiang lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Seluma (524179 Rupiah, sedikit turun 3.9 persen) dan Kabupaten Kaur (463431 Rupiah, kenaikan 14.1 persen), menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah ini mengalokasikan sebagian besar pendapatan mereka untuk kebutuhan di luar makanan dengan pertumbuhan yang cukup signifikan.
Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Makanan dan Bukan Makanan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Kepahiang pada tahun 2024 mencapai 1169447 Rupiah, mengalami sedikit turun sebesar 4.8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempatkan peringkat ke-9 di provinsi Bengkulu, di belakang Kabupaten Seluma (1194860 Rupiah, sedikit turun 6.7 persen) dan di atas Kabupaten Kaur (1119514 Rupiah, sedikit turun 7.5 persen). Pengeluaran tertinggi di kategori ini dimiliki oleh Kota Bengkulu dengan 2137669 Rupiah (kenaikan 7.7 persen), sedangkan terendah adalah Kabupaten Kaur. Turunan pengeluaran di Kabupaten Kepahiang sejalan dengan tren sebagian besar kabupaten/kota di provinsi Bengkulu yang juga mengalami penurunan pada tahun ini.
Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Untuk Makanan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Kepahiang pada tahun 2024 mencapai 643426 Rupiah, mengalami kenaikan sebesar 18.4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempatkan peringkat ke-10 di provinsi Bengkulu, di bawah Kabupaten Kaur (656083 Rupiah, kenaikan 5.9 persen) dan merupakan peringkat terakhir di kategori ini. Pengeluaran tertinggi di kategori ini dimiliki oleh Kabupaten Mukomuko dengan 835011 Rupiah (kenaikan 25.2 persen), diikuti oleh Kota Bengkulu (825380 Rupiah, kenaikan 14.2 persen). Kenaikan pengeluaran makanan di Kabupaten Kepahiang lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan di provinsi, menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan pangan mereka.