Pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Malang menunjukkan pergerakan yang menarik sepanjang tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran mencapai Rp 29.307 per kapita per bulan. Angka ini mengalami sedikit penurunan turun 2.8% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, secara umum, pengeluaran untuk kecantikan di wilayah ini cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Secara historis, pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Malang fluktuatif. Pada tahun 2018, pengeluaran tercatat sebesar Rp 22.408. Sempat mengalami penurunan pada tahun 2019 menjadi Rp 20.717, namun kemudian melonjak signifikan sebesar 25.7% pada tahun 2020 menjadi Rp 26.032. Tahun-tahun berikutnya menunjukkan kenaikan yang lebih moderat hingga mencapai Rp 30.138 pada tahun 2023, sebelum akhirnya sedikit turun di tahun 2024.
(Baca: Data Historis Rata - Rata Upah di Jawa Timur Periode 2018-2023)
Pengeluaran untuk kecantikan merupakan bagian kecil dari total pengeluaran masyarakat Kabupaten Malang. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa mencapai Rp 196.983, sementara untuk makanan jadi sebesar Rp 193.627. Pengeluaran untuk perawatan diri sendiri sebesar Rp 44.986. Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran untuk kecantikan hanya sebagian kecil dari total anggaran konsumsi masyarakat.
Dalam perbandingan dengan wilayah lain di Jawa Timur, Kabupaten Malang berada di urutan ke-27 dalam hal pengeluaran untuk kecantikan. Di tingkat pulau Jawa, Kabupaten Malang menempati urutan ke-85, sementara secara nasional berada di urutan ke-307. Kota Surabaya menduduki peringkat pertama di Jawa Timur dengan pengeluaran untuk kecantikan sebesar Rp 82.861 per kapita per bulan.
Beberapa kabupaten/kota lain di Jawa Timur menunjukkan performa yang berbeda dalam pengeluaran untuk kecantikan. Kota Surabaya, sebagai yang tertinggi, mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 37.3% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Batu berada di posisi kedua dengan Rp 74.071 dan pertumbuhan 17.3%, sedangkan Kota Probolinggo berada di urutan ketiga dengan Rp 73.520 dan pertumbuhan 2.3%. Kota Mojokerto mencatat penurunan -3.8% dengan nilai Rp 71.165, dan Kota Blitar menunjukkan pertumbuhan 10.2% dengan nilai Rp 67.175. Data ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023), pengeluaran tahun 2024 (Rp 29.307) sedikit lebih rendah. Rata-rata pengeluaran selama periode tersebut adalah sekitar Rp 28.823. Ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Malang cenderung melambat.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Nusa Tenggara Barat 2015 - 2024)
Kota Surabaya
Kota Surabaya mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 1.541.006 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 34% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.149.686,88. Peringkat kota ini sebagai yang teratas di antara kabupaten/kota di Jawa Timur menegaskan posisinya sebagai pusat ekonomi dan konsumsi di provinsi tersebut. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp 1.061.445, menunjukkan pertumbuhan yang kuat sebesar 29.6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Malang
Kota Malang menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 1.216.228 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan moderat sebesar 4.5% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.163.346,82. Meskipun pertumbuhan tidak secepat Kota Surabaya, angka ini tetap menunjukkan peningkatan konsumsi di sektor non-makanan. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp 738.690, tumbuh sebesar 3.3% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan yang stabil dalam konsumsi makanan. Dengan demikian, Kota Malang berada di urutan ke-4 dalam total pengeluaran di Jawa Timur.
Kota Madiun
Kota Madiun mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 1.192.091 pada tahun 2024, menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi sebesar 15.3% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.033.945,68. Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam konsumsi non-makanan di kota ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp 851.602, tumbuh sebesar 7% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan indikator ini, Kota Madiun menduduki peringkat ke-2 di provinsi Jawa Timur.
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 1.077.404 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan sebesar 14.7% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 939.077,05. Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan yang stabil dalam konsumsi non-makanan di kabupaten ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp 881.851, tumbuh sebesar 16% dibandingkan tahun sebelumnya, menempatkannya pada peringkat ke-3 di Jawa Timur.