BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Kabupaten Malang pada tahun 2024 sebesar 29307 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sedikit sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 30138 rupiah. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya adalah minus 831 rupiah, yang membuat Kabupaten Malang menempati peringkat ke-27 di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Timur, peringkat ke-85 di pulau Jawa, dan peringkat ke-307 se-Indonesia.
(Baca: Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Malang menyumbang sekitar 14,9 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa (196983 rupiah) dan sekitar 65,1 persen dari pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan (44986 rupiah). Dibandingkan dengan pengeluaran untuk sabun mandi (47228 rupiah), pengeluaran kecantikan masih lebih rendah sebesar 17921 rupiah per kapita sebulan.
Melihat data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran kecantikan di Kabupaten Malang mengalami fluktuasi yang jelas. tahun 2019, pengeluaran turun sedikit sebesar 7,5 persen dari tahun 2018 (22408 rupiah) menjadi 20717 rupiah. tahun 2020 terjadi kenaikan signifikan sebesar 25,7 persen menjadi 26032 rupiah, diikuti kenaikan 9,3 persen pada tahun 2021 menjadi 28443 rupiah. tahun 2022, pengeluaran turun sedikit sebesar 2 persen menjadi 27888 rupiah, lalu naik 8,1 persen pada tahun 2023 menjadi 30138 rupiah sebelum turun sedikit lagi pada tahun 2024. pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023, sedangkan pengeluaran terendah terjadi pada tahun 2019.
Dibandingkan dengan lima tahun terakhir (2019-2023), rata-rata pengeluaran kecantikan di Kabupaten Malang adalah 26642 rupiah per kapita sebulan. tahun 2024, pengeluaran ini masih berada di atas rata-rata tersebut sebesar 2665 rupiah. Namun, dibandingkan dengan tiga tahun terakhir (2022-2023), rata-rata pengeluaran adalah 29011 rupiah, sehingga tahun 2024 hanya sedikit di atas rata-rata tersebut sebesar 296 rupiah.
Di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Timur, pengeluaran kecantikan tertinggi pada tahun 2024 dimiliki oleh Kota Surabaya sebesar 82861 rupiah dengan pertumbuhan 37,3 persen dari tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-1. Berikutnya adalah Kota Batu dengan 74071 rupiah (pertumbuhan 17,3 persen, peringkat ke-2), Kota Probolinggo dengan 73520 rupiah (pertumbuhan 2,3 persen, peringkat ke-3), Kota Mojokerto dengan 71165 rupiah (pertumbuhan minus 3,8 persen, peringkat ke-4), dan Kota Blitar dengan 67175 rupiah (pertumbuhan 10,2 persen, peringkat ke-5). Semua kabupaten/kota ini memiliki pengeluaran kecantikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Malang.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Togo 2015 - 2024)
Kota Surabaya
BPS mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Surabaya pada tahun 2024 sebesar 1541006 rupiah, dengan pertumbuhan 34 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 1149687 rupiah. Kota ini menempati peringkat ke-1 di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Timur untuk kategori ini. rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Surabaya tahun 2024 adalah 2602451 rupiah, turun sedikit sebesar 2,3 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Surabaya tahun 2024 adalah 1061445 rupiah, dengan pertumbuhan 29,6 persen dari tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-1 di provinsi.
Kota Malang
BPS mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Malang tahun 2024 sebesar 1216228 rupiah, dengan pertumbuhan 4,5 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 1163347 rupiah. Kota ini menempati peringkat ke-2 di provinsi Jawa Timur untuk kategori ini. rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Malang tahun 2024 adalah 1954918 rupiah, turun sedikit sebesar 10,8 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Malang tahun 2024 adalah 738690 rupiah, dengan pertumbuhan 3,3 persen dari tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-10 di provinsi.
Kabupaten Sidoarjo
BPS mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Sidoarjo tahun 2024 sebesar 1077404 rupiah, dengan pertumbuhan 14,7 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 939077 rupiah. Kabupaten ini menempati peringkat ke-4 di provinsi Jawa Timur untuk kategori ini. rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Sidoarjo tahun 2024 adalah 1959255 rupiah, turun sedikit sebesar 7 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Sidoarjo tahun 2024 adalah 881851 rupiah, dengan pertumbuhan 16 persen dari tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-4 di provinsi.
Kota Batu
BPS mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Batu tahun 2024 sebesar 968150 rupiah, dengan pertumbuhan 28,9 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 751201 rupiah. Kota ini menempati peringkat ke-5 di provinsi Jawa Timur untuk kategori ini. rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Batu tahun 2024 adalah 1735827 rupiah, turun sedikit sebesar 2,8 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Batu tahun 2024 adalah 767677 rupiah, dengan pertumbuhan 14,2 persen dari tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-8 di provinsi.