Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Kota Kediri pada tahun 2024 sebesar 48103 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sedikit sebesar 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 49122 rupiah. Selisih pengeluaran kecantikan dengan tahun sebelumnya turun 1018,6 rupiah, di mana nilai pengeluaran kecantikan dua tahun sebelumnya adalah 44744 rupiah.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Pamekasan | 2024)
Dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa sebesar 309667 rupiah, pengeluaran kecantikan hanya menyumbang sekitar 15,5 persen dari total tersebut. Pengeluaran untuk kecantikan juga lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk perawatan (52294 rupiah), sabun mandi (60380 rupiah), dan rokok serta tembakau (93146 rupiah). Sementara itu, pengeluaran untuk makanan jadi mencapai 303435 rupiah, yang jauh lebih tinggi dibandingkan pengeluaran kecantikan.
Secara historis, pengeluaran kecantikan di Kota Kediri mengalami fluktuasi dari tahun 2018 hingga 2024. Tahun 2018, pengeluaran sebesar 33609 rupiah, naik menjadi 34884 rupiah pada 2019 (pertumbuhan 3,8 persen), lalu naik signifikan menjadi 42651 rupiah pada 2020 (pertumbuhan 22,3 persen). Tahun 2021 adalah periode dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 40,1 persen, membuat pengeluaran mencapai 59769 rupiah. Namun, pada 2022 terjadi penurunan sebesar 25,1 persen menjadi 44744 rupiah, lalu naik kembali sebesar 9,8 persen pada 2023 sebelum turun sedikit pada 2024.
Dalam perbandingan di Provinsi Jawa Timur, Kota Kediri menempati peringkat ke-12 untuk pengeluaran kecantikan tahun 2024. Peringkat ini berada di bawah Kabupaten Sidoarjo (peringkat 11) dan di atas Kabupaten Mojokerto (peringkat 13). Di tingkat pulau Jawa, Kota Kediri menempati peringkat ke-29, dan se-Indonesia peringkat ke-105. Beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur dengan pengeluaran kecantikan lebih tinggi pada 2024 antara lain Kota Surabaya (82861 rupiah, pertumbuhan 37,3 persen, peringkat 1), Kota Batu (74071 rupiah, pertumbuhan 17,3 persen, peringkat 2), Kota Probolinggo (73520 rupiah, pertumbuhan 2,3 persen, peringkat 3), Kota Mojokerto (71165 rupiah, pertumbuhan -3,8 persen, peringkat 4), dan Kota Blitar (67175 rupiah, pertumbuhan 10,2 persen, peringkat 5).
Kota Surabaya
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Surabaya tahun 2024 sebesar 1541006 rupiah, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota ini menempati peringkat 1 di Provinsi Jawa Timur untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Surabaya tahun 2024 adalah 2602451 rupiah, mengalami penurunan sedikit turun 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar 1061445 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 29,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat 1 di Provinsi Jawa Timur.
(Baca: Jumlah Perceraian di Kalimantan Barat Periode 2019-2024)
Kota Malang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Malang tahun 2024 sebesar 1216228 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat 2 di Provinsi Jawa Timur. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1954918 rupiah, mengalami penurunan turun 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat 4 di provinsi tersebut. Untuk kategori makanan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan tahun 2024 adalah 738690 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 3,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat 10 di Provinsi Jawa Timur.
Kota Madiun
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Madiun tahun 2024 sebesar 1192091 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 15,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat 3 di Provinsi Jawa Timur. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 2043693 rupiah, mengalami penurunan turun 12,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat 2 di provinsi tersebut. Untuk kategori makanan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan tahun 2024 adalah 851602 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat 5 di Provinsi Jawa Timur.
Kabupaten Sidoarjo
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Sidoarjo tahun 2024 sebesar 1077404 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 14,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat 4 di Provinsi Jawa Timur. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1959255 rupiah, mengalami penurunan turun 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat 3 di provinsi tersebut. Untuk kategori makanan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan tahun 2024 adalah 881851 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat 4 di Provinsi Jawa Timur.