Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk kebutuhan kecantikan di Kota Kediri pada tahun 2024 mencapai 48103 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 2,1 persen dibandingkan tahun 2023. Pada tahun sebelumnya, pengeluaran kecantikan wilayah ini tercatat sebesar 49122 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kota Salatiga | 2024)
Nilai pengeluaran kecantikan Kota Kediri menyumbang sekitar 15,5 persen dari total pengeluaran perawatan warga, dan setara dengan 79,6 persen pengeluaran untuk sabun mandi. Dibandingkan total pengeluaran barang dan jasa umum, pengeluaran kecantikan hanya menyumbang 15,5 persen. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan pengeluaran masyarakat untuk rokok dan tembakau yang mencapai 93146 rupiah per kapita per bulan.
Sepanjang periode 2018 hingga 2024, pengeluaran kecantikan Kota Kediri menunjukkan pergerakan naik turun. Pada tahun 2018 tercatat 33609 rupiah, kemudian naik secara bertahap hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2021 sebesar 59769 rupiah. Setelah tahun 2021, nilai ini turun cukup besar sebesar 25,1 persen pada tahun 2022, kemudian naik kembali pada tahun 2023 sebelum akhirnya turun sedikit pada tahun 2024.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Jawa Timur, Kota Kediri menempati urutan ke 12 dari total 38 kabupaten dan kota. Di atas Kota Kediri terdapat sebelas wilayah lain dengan pengeluaran kecantikan lebih tinggi, diantaranya Kota Surabaya dengan 82861 rupiah, Kota Batu 74071 rupiah, Kota Probolinggo 73520 rupiah, Kota Mojokerto 71165 rupiah dan Kota Blitar 67175 rupiah pada tahun 2024. Secara nasional, Kota Kediri menempati urutan 105 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Kota Surabaya
Kota Surabaya tetap menempati urutan pertama se-provinsi Jawa Timur untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita per bulan mencapai 2834267 rupiah, dengan pengeluaran bukan makanan sebesar 1696100 rupiah dan pengeluaran makanan sebesar 1138167 rupiah. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 6,4 persen, dengan pertumbuhan pengeluaran makanan mencapai 11,7 persen. Untuk kategori kecantikan, Kota Surabaya mencatat pertumbuhan sebesar 37,3 persen pada tahun 2024, menjadi pertumbuhan tertinggi di antara seluruh wilayah di Jawa Timur.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pulau Morotai | 2010 - 2025)
Kota Malang
Kota Malang menempati urutan ketiga se-provinsi Jawa Timur untuk total pengeluaran masyarakat. Wilayah ini mencatat total pengeluaran per kapita per bulan sebesar 2199652 rupiah pada tahun 2024, dengan pengeluaran bukan makanan mencapai 1395875 rupiah dan pengeluaran makanan sebesar 803778 rupiah. Secara keseluruhan total pengeluaran Kota Malang naik sedikit sebesar 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori kecantikan, Kota Malang mencatat penurunan sedikit sebesar 1,5 persen pada tahun 2024, namun tetap menempati urutan keenam se-provinsi untuk kategori tersebut.
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo menempati urutan keempat se-provinsi Jawa Timur untuk total pengeluaran masyarakat. Wilayah ini mencatat total pengeluaran per kapita per bulan sebesar 2134188 rupiah pada tahun 2024, dengan pengeluaran bukan makanan mencapai 1190248 rupiah dan pengeluaran makanan sebesar 943940 rupiah. Secara keseluruhan total pengeluaran Kabupaten Sidoarjo naik sebesar 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori kecantikan, Kabupaten Sidoarjo mencatat penurunan sebesar 12,1 persen pada tahun 2024, namun tetap menempati urutan kesebelas se-provinsi untuk kategori tersebut, tepat satu tingkat di atas Kota Kediri.
Kota Batu
Kota Batu menempati urutan kelima se-provinsi Jawa Timur untuk total pengeluaran masyarakat. Wilayah ini mencatat total pengeluaran per kapita per bulan sebesar 1910882 rupiah pada tahun 2024, dengan pengeluaran bukan makanan mencapai 1086566 rupiah dan pengeluaran makanan sebesar 824316 rupiah. Secara keseluruhan total pengeluaran Kota Batu naik sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori kecantikan, Kota Batu mencatat kenaikan sebesar 17,3 persen pada tahun 2024, dan menempati urutan kedua se-provinsi untuk kategori pengeluaran kecantikan.