Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Pamekasan tahun 2024 sebesar Rp112.929, yang mengalami penurunan 14,5% dibanding tahun sebelumnya. Selisih pengeluaran dengan tahun 2023 mencapai minus Rp19.142,9, dengan nilai pengeluaran tahun 2023 sebesar Rp132.071,69. Informasi ini diolah dari data Susenas, yang juga menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk semua barang dan jasa di wilayah ini sebesar Rp161.595, sehingga pengeluaran makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 70% dari total pengeluaran tersebut.
(Baca: Jumlah Perceraian di Kalimantan Barat Periode 2019-2024)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran makanan dan minuman jadi di Kabupaten Pamekasan menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, nilai pengeluaran adalah Rp100.925, kemudian naik 17,8% ke Rp118.886 di tahun 2019. Tahun 2020, nilai sedikit turun 3,7% menjadi Rp114.491, lalu turun 10,5% ke Rp102.525 di tahun 2021. Tahun 2022, pengeluaran naik 13% menjadi Rp115.803, kemudian naik 14% ke Rp132.072 di tahun 2023 sebelum turun 14,5% di tahun 2024. Pengeluaran tertinggi terjadi di tahun 2023, sedangkan terendah di tahun 2021. Rata-rata pengeluaran tiga tahun terakhir (2022-2024) adalah Rp120.268, sehingga nilai tahun 2024 berada di bawah rata-rata tersebut. Lima tahun terakhir (2020-2024) memiliki rata-rata Rp115.560, yang juga lebih tinggi dari nilai tahun 2024.
Kabupaten Pamekasan berada di rank 37 di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Timur untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Di pulau Jawa, wilayah ini berada di rank 118, dan se-Indonesia berada di rank 452. Dibandingkan dengan lima kabupaten/kota teratas di Jawa Timur, perbedaan nilai sangat signifikan. Kota Surabaya berada di rank 1 dengan pengeluaran Rp400.939 dan pertumbuhan naik 14,5%. Kota Madiun di rank 2 dengan Rp342.580 dan pertumbuhan sedikit turun 3,8%. Kabupaten Gresik di rank3 dengan Rp323.668 dan pertumbuhan naik 0,7%. Kota Pasuruan di rank4 dengan Rp308.066 dan pertumbuhan naik3,1%. Kota Kediri di rank5 dengan Rp303.435 dan pertumbuhan naik8,6%. Semua wilayah ini memiliki pengeluaran yang lebih dari dua kali lipat dibanding Kabupaten Pamekasan.
Total pengeluaran per kapita sebulan untuk semua barang dan jasa di Kabupaten Pamekasan tahun 2024 adalah Rp801.196. Pengeluaran untuk makanan total tahun 2024 adalah Rp467.109, sehingga makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 24% dari total pengeluaran makanan. Pengeluaran untuk bukan makanan tahun 2024 adalah Rp334.087, yang lebih tinggi dari nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi. Dibandingkan dengan pengeluaran untuk rokok dan tembakau sebesar Rp109.381 per kapita sebulan, nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi hanya sedikit lebih tinggi.
Kota Surabaya
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Surabaya tahun 2024 sebesar Rp1.541.006, dengan pertumbuhan naik 34% dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah Rp2.602.451, sedikit turun 2,3% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan total tahun 2024 adalah Rp1.061.445, naik 29,6% dari tahun sebelumnya. Kota Surabaya berada di rank 1 di Jawa Timur untuk ketiga indikator tersebut, menunjukkan konsumsi masyarakat yang jauh lebih tinggi dibanding kabupaten/kota lain di provinsi ini. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi tahun 2024 adalah Rp400.939, yang merupakan tertinggi di Jawa Timur, dengan pertumbuhan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di DKI Jakarta 2018 - 2024)
Kabupaten Sumenep
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Sumenep tahun 2024 sebesar Rp633.261, naik 19,6% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah Rp1.530.461, sedikit turun 15,7% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan total tahun 2024 adalah Rp897.200, sedikit turun 10,3% dari tahun sebelumnya. Kabupaten Sumenep berada di rank 14 untuk pengeluaran bukan makanan, rank 10 untuk total makanan dan bukan makanan, dan rank 2 untuk pengeluaran makanan total di Jawa Timur. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi tahun 2024 adalah Rp281.369, dengan pertumbuhan turun 26,5% dari tahun sebelumnya, yang merupakan penurunan terbesar di antara kabupaten/kota di Jawa Timur.
Kabupaten Bangkalan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Bangkalan tahun 2024 sebesar Rp297.742, naik 8,4% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah Rp816.096, sedikit turun 8,6% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan total tahun 2024 adalah Rp518.354, naik 2,7% dari tahun sebelumnya. Kabupaten Bangkalan berada di rank 38 untuk pengeluaran bukan makanan, rank 37 untuk total makanan dan bukan makanan, dan rank 35 untuk pengeluaran makanan total di Jawa Timur. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi tahun 2024 adalah Rp129.062, dengan pertumbuhan sedikit turun 1,8% dari tahun sebelumnya, yang lebih stabil dibanding penurunan yang dialami oleh Kabupaten Pamekasan.
Kota Malang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Malang tahun 2024 sebesar Rp1.216.228, naik 4,5% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan tahun 2024 adalah Rp1.954.918, sedikit turun 10,8% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan total tahun 2024 adalah Rp738.690, naik 3,3% dari tahun sebelumnya. Kota Malang berada di rank 2 untuk pengeluaran bukan makanan, rank 4 untuk total makanan dan bukan makanan, dan rank 10 untuk pengeluaran makanan total di Jawa Timur. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi tahun 2024 adalah Rp252.287, dengan pertumbuhan sedikit turun 5,2% dari tahun sebelumnya, yang menunjukkan konsumsi yang cukup stabil dibanding beberapa kabupaten lain di provinsi.