Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Persentase penduduk miskin di wilayah ini sedikit turun menjadi 11,72 persen dari 11,84 persen pada tahun 2023, dengan pertumbuhan -1,01 persen. Jumlah penduduk miskinnya adalah 12.590 orang, sedangkan total penduduknya adalah 120.858 jiwa, yang sedikit naik dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan 1,02 persen.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Pasaman 2016-2025)
Data historis kemiskinan periode 2007-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2007 sebesar 22,21 persen, dan terendah pada tahun 2024 sebesar 11,72 persen. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2011 (-12,98 persen) dan tertinggi pada tahun 2012 (13,06 persen). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 11,78 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 12,02 persen, sehingga kondisi kemiskinan tahun 2024 lebih baik dari kedua rata-rata tersebut. Rank seindonesia persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 182, sedikit naik dari rank 194 pada tahun 2023.
Dibandingkan dengan kabupaten tetangga di Sulawesi Utara, persentase kemiskinan Kabupaten Minahasa Tenggara (11,72 persen) lebih tinggi dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (11,33 persen), Kabupaten Kepulauan Sangihe (10,84 persen), dan Kabupaten Minahasa Selatan (8,97 persen). Jumlah penduduk miskinnya 12.590 orang lebih banyak dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (7.880 orang) tapi lebih sedikit dari Kabupaten Kepulauan Sangihe (14.380 orang) dan Kabupaten Minahasa Selatan (19.130 orang).
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
(Baca: 0,00099% Penduduk di Kabupaten Kepulauan Talaud Beragama Konghucu)
Rank seindonesia persentase kemiskinan adalah 195, sedikit lebih rendah dari Kabupaten Minahasa Tenggara. Persentase kemiskinan saat ini adalah 11,33 persen dengan pertumbuhan -5,9 persen, yang menunjukkan penurunan yang lebih besar dibandingkan Minahasa Tenggara. Jumlah penduduk miskinnya adalah 7.880 orang, jauh lebih sedikit dibandingkan Minahasa Tenggara, seiring dengan jumlah penduduknya yang hanya 75.374 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp419.865 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,66 persen. Pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp40,80 juta per kapita per tahun, yang lebih rendah dari Minahasa Tenggara, namun pertumbuhannya 7,87 persen cukup signifikan untuk mendukung penurunan kemiskinan.
Kabupaten Kepulauan Sangihe
Rank seindonesia persentase kemiskinan adalah 206, lebih rendah dari Minahasa Tenggara. Persentase kemiskinan saat ini 10,84 persen dengan pertumbuhan -1,54 persen, penurunan yang sedikit lebih besar dibandingkan Minahasa Tenggara. Jumlah penduduk miskinnya 14.380 orang, lebih banyak dari Minahasa Tenggara, meskipun jumlah penduduknya 137.450 jiwa yang juga lebih besar. Garis kemiskinan di sini adalah Rp328.431 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 4,61 persen. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp43,19 juta per kapita per tahun, lebih tinggi dari Minahasa Tenggara, dengan pertumbuhan 8,43 persen yang cukup baik untuk menekan angka kemiskinan di wilayah ini.
Kabupaten Minahasa Selatan
Rank seindonesia persentase kemiskinan adalah 270, jauh lebih rendah dari Minahasa Tenggara. Persentase kemiskinan saat ini 8,97 persen dengan pertumbuhan 0,9 persen, yang berarti sedikit naik dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 19.130 orang, paling banyak di antara wilayah yang dibandingkan, seiring dengan jumlah penduduknya yang 242.463 jiwa (paling besar juga). Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp435.428 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan tertinggi di antara ketiga wilayah yaitu 10,31 persen. Pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp52,24 juta per kapita per tahun, yang paling tinggi di antara wilayah yang dibandingkan, dengan pertumbuhan 8,73 persen yang signifikan untuk menjaga angka kemiskinan tetap rendah meskipun ada sedikit kenaikan tahun ini.