Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pengeluaran perawatan kulit per kapita sebulan di Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2024 sebesar 35.100 rupiah, yang mengalami penurunan sebesar 23,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya (2023) yang sebesar 46.096 rupiah. Selisih pengeluaran ini turun 10.996 rupiah dari tahun sebelumnya. Pengeluaran perawatan kulit ini menyumbang sekitar 22,5 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa (155.999 rupiah) dan lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran untuk kecantikan (16.958 rupiah).
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kabupaten Biak Numfor)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Aceh Utara menunjukkan pola naik turun yang jelas. Tahun 2019 mencatat kenaikan sebesar 27,8 persen dari tahun 2018, sebelum mengalami penurunan sedikit selama dua tahun berturut-turut pada 2020 (11,4 persen) dan 2021 (6,9 persen). Tahun 2022 menjadi titik balik dengan kenaikan sebesar 30,5 persen, diikuti kenaikan sedikit 9,9 persen pada 2023 yang menjadi pengeluaran tertinggi selama tujuh tahun terakhir. Namun, tahun 2024 mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 23,9 persen dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan data perbandingan dari BPS, Kabupaten Aceh Utara menempati peringkat ke-23 (terakhir) di antara 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Beberapa kabupaten/kota dengan pengeluaran tertinggi adalah Kota Sabang (103.452 rupiah, kenaikan 2,3 persen dari tahun sebelumnya), Kota Banda Aceh (93.631 rupiah, kenaikan 14,6 persen), Kabupaten Bener Meriah (91.869 rupiah, kenaikan 21,9 persen), Kabupaten Nagan Raya (81.709 rupiah, penurunan 14,5 persen), dan Kota Lhokseumawe (77.306 rupiah, kenaikan 7,5 persen). Peringkat ini tidak berubah dari tahun sebelumnya, karena Kabupaten Aceh Utara masih berada di posisi terakhir dalam kategori ini.
Pengeluaran perawatan kulit yang turun signifikan di Kabupaten Aceh Utara tahun 2024 juga sejalan dengan penurunan pengeluaran total masyarakat. Data BPS menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 831.258 rupiah, yang mengalami penurunan sebesar 17,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 518.988 rupiah (penurunan 4,1 persen) dan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 312.270 rupiah (penurunan sedikit 0,6 persen). Penurunan pengeluaran perawatan kulit lebih besar dibandingkan penurunan pengeluaran total, makanan, dan bukan makanan.
Kota Banda Aceh
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua 2015 - 2024)
Kota Banda Aceh menempati peringkat pertama di Provinsi Aceh untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.371.277 rupiah, yang mengalami kenaikan 5,8 persen dari tahun sebelumnya (1.296.525 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 2.402.683 rupiah (kenaikan 4,2 persen), sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 1.031.407 rupiah (kenaikan 14,1 persen). Pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 sebesar 93.631 rupiah, yang naik sebesar 14,6 persen dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat kedua di Provinsi Aceh untuk kategori ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat Kota Banda Aceh memiliki daya beli yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Aceh, terutama untuk barang dan jasa bukan makanan termasuk perawatan kulit.
Kota Sabang
Kota Sabang menempati peringkat ketiga di Provinsi Aceh untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tahun 2024 sebesar 764.253 rupiah (kenaikan 7,7 persen dari tahun sebelumnya). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.654.567 rupiah (penurunan 10,2 persen), sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 890.314 rupiah (kenaikan 4,2 persen). Pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 sebesar 103.452 rupiah, yang naik sedikit 2,3 persen dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat pertama di Provinsi Aceh. Meskipun pengeluaran total mengalami penurunan, pengeluaran untuk perawatan kulit tetap naik, menunjukkan bahwa masyarakat Kota Sabang masih memberikan prioritas pada perawatan kulit meskipun pengeluaran total menurun.
Kabupaten Bener Meriah
Kabupaten Bener Meriah menempati peringkat keempat di Provinsi Aceh untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tahun 2024 sebesar 716.407 rupiah (kenaikan 34,6 persen dari tahun sebelumnya). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.674.833 rupiah (kenaikan 2,8 persen), sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 958.426 rupiah (kenaikan 32,4 persen). Pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 sebesar 91.869 rupiah, yang naik sebesar 21,9 persen dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat ketiga di Provinsi Aceh. Kenaikan yang signifikan pada pengeluaran bukan makanan dan makanan menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat Kabupaten Bener Meriah mengalami perkembangan yang baik, yang juga berdampak pada kenaikan pengeluaran perawatan kulit.
Kabupaten Nagan Raya
Kabupaten Nagan Raya menempati peringkat kedua di Provinsi Aceh untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.816.186 rupiah (penurunan 15,1 persen dari tahun sebelumnya). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 696.057 rupiah (kenaikan 19,7 persen), sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 1.120.129 rupiah (kenaikan 24,3 persen). Pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 sebesar 81.709 rupiah, yang turun sebesar 14,5 persen dari tahun sebelumnya, dan menempati peringkat keempat di Provinsi Aceh. Meskipun pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan mengalami penurunan total, pengeluaran untuk makanan tetap naik signifikan, yang menunjukkan bahwa masyarakat lebih memprioritaskan pengeluaran untuk makanan dibandingkan perawatan kulit.