Pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Pidie, Aceh, menunjukkan angka yang cukup menggembirakan pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata pengeluaran mencapai Rp 41.590 per kapita per bulan. Angka ini mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 29.5% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan diri dan kecantikan.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yang mencapai Rp 233.868, pengeluaran untuk kecantikan masih tergolong kecil, yaitu sekitar 17.8%. Namun, angka ini lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk perawatan (Rp 56.723), menunjukkan bahwa masyarakat Pidie lebih memprioritaskan pengeluaran untuk produk dan layanan kecantikan daripada sekadar perawatan dasar.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Barat 2015 - 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Pidie mengalami fluktuasi. Pada tahun 2018, angka ini berada di Rp 23.695, kemudian terus meningkat hingga tahun 2021 yang mencapai Rp 36.505. Namun, terjadi penurunan pada tahun 2022 dan 2023, sebelum akhirnya kembali meningkat tajam pada tahun 2024. Kenaikan tahun 2024 ini merupakan pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2019.
Dari segi peringkat, Kabupaten Pidie berada di urutan ke-6 dalam hal pengeluaran untuk kecantikan di antara kabupaten/kota se-Provinsi Aceh pada tahun 2024. Peringkat ini menunjukkan bahwa kesadaran akan kecantikan di Kabupaten Pidie cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Aceh. Secara nasional, Kabupaten Pidie berada di urutan ke-151.
Di antara kabupaten/kota lain di Aceh, Kota Banda Aceh mencatatkan pengeluaran tertinggi untuk kecantikan pada tahun 2024, yaitu sebesar Rp 105.289, dengan pertumbuhan 26.8%. Kota Sabang berada di urutan kedua dengan Rp 86.030 dan pertumbuhan 25.6%. Kota Lhokseumawe berada di urutan ketiga dengan Rp 65.061 dan pertumbuhan 21%. Kabupaten Aceh Tengah mencatatkan angka Rp 45.058 dengan pertumbuhan tertinggi yaitu 39.2%. Sementara itu, Kota Langsa mencatatkan angka Rp 44.051 dengan pertumbuhan terendah yaitu -27.9%.
Berdasarkan data, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Pidie pada tahun 2024 adalah Rp 457.832. Data ini menunjukkan peningkatan sebesar 15.1% dibandingkan tahun sebelumnya (Rp 397.764,84). Di antara kabupaten/kota di Aceh, Kabupaten Pidie berada di peringkat ke-15 dalam hal pengeluaran bukan makanan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Bangka Tengah | 2024)
Berikut adalah narasi tambahan berdasarkan data historis kabupaten/kota lain:
Kota Banda Aceh
Pada tahun 2024, Kota Banda Aceh mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 1.371.277. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 5.8% dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp 1.296.525,4. Dengan nilai tersebut, Kota Banda Aceh menduduki peringkat pertama se-Provinsi Aceh dalam kategori ini, menunjukkan bahwa masyarakat kota memiliki daya beli yang tinggi untuk kebutuhan selain makanan.
Kota Lhokseumawe
Pengeluaran per kapita sebulan untuk kategori bukan makanan di Kota Lhokseumawe mencapai Rp 893.134 pada tahun 2024. Terjadi pertumbuhan sangat pesat yaitu sebesar 43.4% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 622.622,65. Peningkatan ini menempatkan Lhokseumawe pada peringkat kedua di antara kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Kota Sabang
Kota Sabang mencatatkan pengeluaran bukan makanan sebesar Rp 764.253 pada tahun 2024, meningkat 7.7% dibandingkan tahun sebelumnya (Rp 709.693,67). Dengan pertumbuhan ini, Kota Sabang berada di urutan ketiga dalam hal pengeluaran bukan makanan di antara kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Kabupaten Bener Meriah
Kabupaten Bener Meriah mencatatkan pengeluaran bukan makanan sebesar Rp 716.407 pada tahun 2024, meningkat 34.6% dibandingkan tahun sebelumnya (Rp 532.235,58). Kabupaten ini menduduki peringkat ke-4 dalam hal pengeluaran bukan makanan di antara kabupaten/kota di Provinsi Aceh.