Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Persentase penduduk miskin di kabupaten ini sedikit turun menjadi 36,28 persen, turun 0,81 persen poin dibanding tahun 2023. Jumlah penduduk miskin sedikit naik menjadi 43.420 orang, sedangkan jumlah penduduk keseluruhan sedikit naik menjadi 111.597 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun turun 2,18 persen, menjadikan Kabupaten Nduga berada di urutan ke-6 se-Indonesia dan ke-6 di Pulau Papua.
(Baca: Jumlah Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Periode 2014-2023)
Data historis kemiskinan periode 2009-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di tahun 2009 sebesar 47,28 persen dan terendah di tahun 2024 sebesar 36,28 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi di tahun 2013 sebesar 4,06 persen, sedangkan terendah di tahun 2010 turun 10,05 persen. Dibanding rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 36,70 persen, angka 2024 lebih rendah. Dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 36,56 persen, angka 2024 juga lebih rendah. Urutan rank se-Indonesia bergeser dari urutan ke-3 di 2023 ke ke-6 di 2024.
Kabupaten Nduga masih termasuk kabupaten dengan persentase kemiskinan tertinggi di Provinsi Papua Pegunungan. Dibandingkan dengan kabupaten tetangga yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, yaitu Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, dan Yahukimo, Nduga memiliki persentase kemiskinan tertinggi di antara keempat kabupaten tersebut.
Kabupaten Lanny Jaya
Berada di urutan ke-9 se-Indonesia dalam persentase kemiskinan dengan angka 34,12 persen. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 72.100 orang, lebih banyak dari Kabupaten Nduga, dengan pertumbuhan yang sedikit turun turun 5,67 persen. Jumlah penduduk keseluruhan adalah 203.524 jiwa, jauh lebih banyak daripada Nduga. Pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar 11,96 juta rupiah per tahun, lebih rendah daripada Mamberamo Tengah tetapi lebih tinggi daripada Yahukimo. Garis kemiskinan di sini sebesar 816,04 ribu rupiah per kapita per bulan, tertinggi di antara tiga kabupaten ini, dengan pertumbuhan sebesar 30,43 persen.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan di Perkotaan Periode 2015-2025)
Kabupaten Mamberamo Tengah
Urutan persentase kemiskinan di se-Indonesia adalah ke-8 dengan angka 35,27 persen. Jumlah penduduk miskinnya hanya 20.200 orang, jauh lebih sedikit dari Nduga, dengan pertumbuhan sedikit naik sebesar 1,87 persen. Jumlah penduduk keseluruhan adalah 49.508 jiwa, paling sedikit di antara ketiga kabupaten. Pendapatan per kapita tertinggi di antara ketiganya, yaitu 28,98 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan sebesar 8,8 persen. Garis kemiskinan sebesar 713,49 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 35,49 persen.
Kabupaten Yahukimo
Berada di urutan ke-10 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan dengan angka 33,82 persen. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 68.320 orang, lebih banyak dari Nduga tetapi kurang dari Lanny Jaya, dengan pertumbuhan sedikit turun turun 5,3 persen. Jumlah penduduk keseluruhan adalah 355.612 jiwa, paling banyak di antara ketiga kabupaten ini. Pendapatan per kapita terendah di antara ketiganya, yaitu 8,48 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan sebesar 7,32 persen. Garis kemiskinan sebesar 718,08 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 30,61 persen.