Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada tahun 2024 sebesar 36,28 persen, sedikit turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 37,09 persen dengan pertumbuhan turun 2,18 persen. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 43.420 orang, sedangkan total penduduknya sebesar 111.597 jiwa. Kabupaten Nduga menempati peringkat ke-6 se-Indonesia dan ke-6 di Pulau Papua berdasarkan persentase kemiskinan tahun ini.
Dari data historis kemiskinan periode 2009-2024, persentase kemiskinan di Nduga tertinggi pada tahun 2009 sebesar 47,28 persen dan terendah pada tahun 2024 sebesar 36,28 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 4,06 persen, sedangkan terendah pada tahun 2010 turun 10,05 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 36,7 persen, sedikit lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 36,8 persen. Peringkat se-Indonesia Nduga fluktuatif: dari ke-9 tahun 2009, naik ke-16 tahun 2010, lalu turun ke-14 tahun 2011, dan pada tahun 2024 berada di urutan ke-6.
(Baca: Garis Kemiskinan di Sumatera Barat | 2024)
Dibandingkan kabupaten tetangga di Papua Pegunungan, persentase kemiskinan Nduga (36,28 persen) lebih tinggi dibanding ketiga kabupaten lain dalam kelompok perbandingan. Jumlah penduduk miskin Nduga (43.420 orang) lebih rendah dari dua kabupaten lain tetapi lebih tinggi dari satu kabupaten. Pendapatan per kapita kabupaten tetangga bervariasi, dengan satu kabupaten memiliki pendapatan per kapita tertinggi sebesar 28,98 juta rupiah per tahun dan satu lagi terendah sebesar 8,48 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lanny Jaya
Menempati peringkat ke-9 se-Indonesia berdasarkan persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan sebesar 34,12 persen dengan pertumbuhan turun 5,67 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 72.100 orang, dengan total penduduk sebesar 203.524 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 816,04 ribu rupiah per kapita per bulan, yang lebih tinggi dibanding wilayah lain di kelompok perbandingan. Pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar 11,96 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan sebesar 5,71 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Aceh Timur | 2004 - 2024)
Kabupaten Mamberamo Tengah
Berada di peringkat ke-8 se-Indonesia, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan sebesar 35,27 persen dengan pertumbuhan sebesar 1,87 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya hanya 20.200 orang, dengan total penduduk sebesar 49.508 jiwa yang merupakan jumlah terkecil di kelompok perbandingan. Garis kemiskinan di sini sebesar 713,49 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tertinggi di kelompok ini sebesar 28,98 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,8 persen.
Kabupaten Yahukimo
Menempati peringkat ke-10 se-Indonesia, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan sebesar 33,82 persen dengan pertumbuhan turun 5,3 persen pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 68.320 orang, dengan total penduduk sebesar 355.612 jiwa yang merupakan jumlah terbanyak di kelompok perbandingan. Garis kemiskinan di sini sebesar 718,08 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita terendah di kelompok ini sebesar 8,48 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,32 persen.