- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data historis jumlah sekolah SMA di Provinsi Gorontalo periode 2018-2024 menunjukkan perkembangan positif hingga tahun 2023, sebelum stagnasi di tahun 2024. Dari 63 unit pada 2018, jumlah sekolah SMA meningkat bertahap menjadi 71 unit pada 2023, dan tidak mengalami penambahan pada tahun 2024. Secara nasional, urutan jumlah sekolah SMA Gorontalo tetap berada di peringkat 33 selama enam tahun berturut-turut, sebelum turun ke peringkat 34 pada tahun 2024.
Berdasarkan data pendukung BPS, pada tahun 2024 jumlah sekolah SMA Negeri di Gorontalo sebanyak 62 unit, sedangkan SMA Swasta sebanyak 9 unit. Tidak ada perubahan jumlah sekolah negeri maupun swasta dibandingkan tahun 2023. Perhitungan persentase menunjukkan sekolah SMA Negeri mendominasi dengan 87,3% dari total sekolah SMA, sedangkan SMA Swasta hanya menyumbang 12,7%.
(Baca: Indeks Literasi Keuangan Periode 2016-2019)
Jumlah sekolah SMA di Gorontalo harus dilihat seiring dengan jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun. Data untuk tahun 2024 masih belum tersedia, namun pada tahun 2023 jumlah penduduk usia ini sebanyak 60.190 jiwa, menurun dari 64.100 jiwa pada tahun 2020. Secara nasional, urutan jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun Gorontalo tetap di peringkat 32 selama lima tahun, sebelum turun ke peringkat 33 pada tahun 2023.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi di Kab. Gianyar 2018 - 2024)
Data pendukung juga menunjukkan jumlah guru SMA di Gorontalo tahun 2024 sebanyak 2020 orang, mengalami penurunan sebesar 2,6% dibandingkan tahun 2023 yang sebanyak 2073 orang. Jumlah kepala sekolah dan guru SMA Negeri tahun 2024 sebanyak 1911 orang (penurunan 2% dari 2023), sedangkan untuk SMA Swasta sebanyak 109 orang (penurunan 11,4% dari 2023), menunjukkan penurunan yang lebih signifikan di sektor swasta.
Angka Partisipasi Murni (APM) SMA di Gorontalo tahun 2024 mencapai 61%, mengalami peningkatan sebesar 1,7% dibandingkan tahun 2023. Namun, jumlah siswa SMA mengalami penurunan sebesar 1,1% menjadi 31.284 orang pada tahun 2024. Siswa SMA Negeri turun sebesar 1% menjadi 30.073 orang, sedangkan siswa SMA Swasta turun lebih tajam sebesar 4,6% menjadi 1211 orang, menunjukkan tren penurunan jumlah peserta didik meskipun jumlah sekolah tetap stabil.