Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Persentase penduduk miskin di kabupaten ini turun menjadi 17,38 persen, turun sedikit 0,88 persen dari tahun sebelumnya (18,26 persen). Jumlah penduduk saat ini mencapai 201.490 jiwa, dengan jumlah penduduk miskin turun menjadi 35.290 jiwa dari 36.680 jiwa tahun sebelumnya. Pertumbuhan persentase kemiskinan menunjukkan penurunan turun 4,82 persen, dengan rank urutan ke-11 di pulau Sumatera dan urutan ke-71 se-Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kab. Musi Rawas 2024)
Dari data historis kemiskinan periode 2015-2024, persentase kemiskinan di Kabupaten Musi Rawas Utara tertinggi pada tahun 2021 sebesar 20,11 persen dan terendah pada tahun 2024 sebesar 17,38 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 3,29 persen dan terendah pada tahun 2022 turun 8,25 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 18,03 persen, lebih tinggi dari tahun 2024. Rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 18,73 persen, juga lebih tinggi dari tahun 2024. Rank seindonesia bergeser setiap tahun, mulai dari urutan ke-88 pada 2015 hingga urutan ke-71 pada 2024, dengan pergeseran naik turun setiap periode.
Dibandingkan dengan kabupaten tetangga di Sumatera Selatan, Kabupaten Musi Rawas Utara memiliki persentase kemiskinan yang lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Lahat (14,14 persen), Kabupaten Musi Banyuasin (12,88 persen), dan Kabupaten Musi Rawas (13,44 persen). Jumlah penduduk miskinnya (35.290 jiwa) lebih rendah ketiganya. Pendapatan perkapita ketiga kabupaten tetangga berkisar antara Rp61,86 juta hingga Rp142,14 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan berkisar antara Rp582,04 ribu hingga Rp594,36 ribu per kapita/bulan.
Kabupaten Lahat
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan ke-118, dengan nilai 14,14 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 60.190 jiwa, lebih besar dari Kabupaten Musi Rawas Utara, dengan pertumbuhan menunjukkan penurunan turun 5 persen. Jumlah penduduknya mencapai 444.891 jiwa, lebih dari dua kali lipat jumlah penduduk Kabupaten Musi Rawas Utara, dengan pertumbuhan sebesar 1,52 persen. Pendapatan perkapita masyarakatnya mencapai Rp66,58 juta per tahun, lebih tinggi dari Kabupaten Musi Rawas, dan garis kemiskinan berada di Rp582,04 ribu per kapita/bulan dengan pertumbuhan sebesar 6,37 persen. Persentase kemiskinan turun sedikit dari tahun sebelumnya, menunjukkan kondisi kemiskinan yang lebih baik dibandingkan Kabupaten Musi Rawas Utara.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kayong Utara Periode 2007 - 2024)
Kabupaten Musi Banyuasin
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan ke-147, dengan nilai 12,88 persen yang menjadi terendah di antara ketiga kabupaten perbandingan. Jumlah penduduk miskin mencapai 88.940 jiwa, menjadi tertinggi di antara ketiga, dengan pertumbuhan menunjukkan penurunan turun 12,49 persen yang paling signifikan dibandingkan yang lain. Jumlah penduduknya mencapai 720.545 jiwa, yang menjadi paling banyak di antara ketiga, dengan pertumbuhan sebesar 3,61 persen. Pendapatan perkapita masyarakatnya mencapai Rp142,14 juta per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan dua kabupaten lain, dan garis kemiskinan berada di Rp594,36 ribu per kapita/bulan dengan pertumbuhan sebesar 0,18 persen yang sangat sedikit.
Kabupaten Musi Rawas
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan ke-135, dengan nilai 13,44 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 57.440 jiwa, lebih besar dari Kabupaten Musi Rawas Utara, dengan pertumbuhan menunjukkan penurunan turun 3,87 persen. Jumlah penduduknya mencapai 425.148 jiwa, lebih dari dua kali lipat jumlah penduduk Kabupaten Musi Rawas Utara, dengan pertumbuhan sebesar 1,87 persen. Pendapatan perkapita masyarakatnya mencapai Rp61,86 juta per tahun, lebih rendah dari Kabupaten Lahat dan Musi Banyuasin, dan garis kemiskinan berada di Rp589,93 ribu per kapita/bulan dengan pertumbuhan sebesar 4,57 persen. Persentase kemiskinan turun sedikit dari tahun sebelumnya, namun masih lebih rendah dari Kabupaten Musi Rawas Utara.