Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, tahun 2024 mencapai 8,84 persen, sedikit turun dari 9,13 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin juga sedikit turun menjadi 10.560 orang dari 10.770 orang, dengan total penduduk saat ini 127.346 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 3,18 persen, menempatkan kabupaten ini peringkat 5 di Kalimantan dan 273 se-Indonesia.
(Baca: PDRB ADHB di Kota Lhokseumawe Menurut Sektor pada 2024)
Dari data historis 2007-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi di 2007 sebesar 18,9 persen, sedangkan terendah di tahun 2024. Pertumbuhan kemiskinan terbesar penurunan di 2008 (-23,28 persen) dan terbesar peningkatan di 2013 (7,09 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 9,00 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 9,18 persen. Peringkat nasional Kayong Utara naik dari 278 tahun 2023 ke 273 tahun 2024.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Kalimantan Barat, persentase kemiskinan Kayong Utara (8,84 persen) berada di posisi tengah. Kabupaten Melawi memiliki persentase kemiskinan tertinggi di antara kelompok ini (10,62 persen), sedangkan Kapuas Hulu terendah (7,4 persen). Pertumbuhan kemiskinan Kayong Utara turun 3,18 persen, lebih kecil dibandingkan Kapuas Hulu (-9,31 persen) dan Landak (-9,93 persen) tetapi lebih besar dari Sintang (-1,83 persen).
Kabupaten Kapuas Hulu
Peringkat persentase kemiskinan se-Indonesia berada di urutan 329, dengan angka 7,4 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.770 orang, yang lebih besar dibandingkan Kayong Utara, seiring dengan total penduduk yang juga lebih banyak (274.915 jiwa). Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 53,96 juta rupiah per tahun, lebih tinggi dari Kayong Utara, dengan garis kemiskinan 572,64 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan kemiskinan turun 9,31 persen, yang merupakan penurunan lebih besar dibandingkan Kayong Utara, sementara total penduduk naik sedikit 2,26 persen.
Kabupaten Ketapang
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Timor Tengah Selatan Periode 2004 - 2024)
Peringkat persentase kemiskinan se-Indonesia berada di urutan 288, dengan angka 8,5 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 46.590 orang, yang jauh lebih besar dibandingkan Kayong Utara, karena total penduduknya yang paling banyak di antara kelompok ini (581.859 jiwa). Pendapatan per kapita sebesar 65,21 juta rupiah per tahun, yang merupakan tertinggi di antara kelompok ini, dengan garis kemiskinan 570,64 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan kemiskinan turun 8,11 persen, dan total penduduk naik sedikit 0,71 persen.
Kabupaten Landak
Peringkat persentase kemiskinan se-Indonesia berada di urutan 268, dengan angka 8,98 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.380 orang, lebih besar dibandingkan Kayong Utara, dengan total penduduk 412.263 jiwa. Pendapatan per kapita sebesar 35,71 juta rupiah per tahun, yang lebih rendah dibandingkan Kayong Utara, dengan garis kemiskinan 473,80 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan kemiskinan turun 9,93 persen, yang merupakan penurunan paling besar di antara kelompok ini, sementara total penduduk naik sedikit 1,31 persen.
Kabupaten Melawi
Peringkat persentase kemiskinan se-Indonesia berada di urutan 222, dengan angka 10,62 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 23.360 orang, lebih besar dibandingkan Kayong Utara, dengan total penduduk 215.508 jiwa. Pendapatan per kapita sebesar 29,74 juta rupiah per tahun, yang merupakan terendah di antara kelompok ini, dengan garis kemiskinan 666,97 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan kemiskinan turun 3,39 persen, yang merupakan penurunan paling kecil di antara kelompok ini, sementara total penduduk naik sedikit 2,08 persen.
Kabupaten Sintang
Peringkat persentase kemiskinan se-Indonesia berada di urutan 308, dengan angka 8,03 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.180 orang, lebih besar dibandingkan Kayong Utara, dengan total penduduk 446.255 jiwa. Pendapatan per kapita sebesar 46,17 juta rupiah per tahun, lebih tinggi dari Kayong Utara, dengan garis kemiskinan 670,85 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan kemiskinan turun 1,83 persen, yang merupakan penurunan paling kecil setelah Melawi, sementara total penduduk naik sedikit 2,27 persen.