Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kota Lhokseumawe, pada 2024 tercatat Rp11,85 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,46% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp11,17 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,84%.
(Baca: 0,1% Penduduk di Kabupaten Bener Meriah Beragama Protestan)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 197,34 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp59.122 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 193.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menjadi unggulan.
Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor di Kota Lhokseumawe merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp2,75 jutajuta. Nominal ini tumbuh 2,99% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp2,56 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor industri pengolahan tumbuh 0,57% menjadi Rp1,98 jutajuta, sektor konstruksi tumbuh 3% menjadi Rp1,54 jutajuta.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Tabanan Menurut Sektor pada 2024)
Terakhir, PDRB di Kota Lhokseumawe, untuk urutan lima besar adalah pertanian, kehutanan dan perikanan dengan nilai Rp1,1 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 6,07% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp1,03 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kota Lhokseumawe pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kota Lhokseumawe ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi mencapai 23,08%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor industri pengolahan, sektor transportasi dan pergudangan, sektor konstruksi, dan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.