Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Kabupaten Aceh Tengah pada tahun 2024 mencapai 45058 Rupiah, mengalami kenaikan sebesar 39.2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini membuat Kabupaten Aceh Tengah menempati peringkat ke-4 di antara kabupaten/kota seprovinsi Aceh, peringkat ke-37 di Pulau Sumatera, dan peringkat ke-127 se-Indonesia. Pengeluaran untuk kecantikan ini merupakan sebagian kecil dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang mencapai 238699 Rupiah.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi di Kab. Bengkalis 2018 - 2024)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran kecantikan di Kabupaten Aceh Tengah menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran berada di angka 20866 Rupiah, naik menjadi 25802 Rupiah pada 2019 (kenaikan 23.7 persen), dan mencapai titik tertinggi pertumbuhan pada 2020 dengan naik menjadi 38241 Rupiah (kenaikan 48.2 persen). Tahun 2021, terjadi penurunan sedikit sebesar 0.3 persen menjadi 38109 Rupiah, diikuti penurunan hampir tidak terasa pada 2022 menjadi 38091 Rupiah. Tahun 2023, pengeluaran turun sebesar 15 persen menjadi 32380 Rupiah sebelum kembali naik secara signifikan pada 2024.
Dibandingkan dengan lima kabupaten/kota teratas di Aceh untuk pengeluaran kecantikan tahun 2024, Kabupaten Aceh Tengah memiliki pertumbuhan tertinggi di antara kelompok tersebut. Kota Banda Aceh berada di peringkat pertama dengan pengeluaran 105289 Rupiah (kenaikan 26.8 persen), Kota Sabang di peringkat kedua dengan 86030 Rupiah (kenaikan 25.6 persen), Kota Lhokseumawe di peringkat ketiga dengan 65061 Rupiah (kenaikan 21 persen), Kabupaten Aceh Tengah di peringkat keempat dengan 45058 Rupiah (kenaikan 39.2 persen), dan Kota Langsa di peringkat kelima dengan 44051 Rupiah (penurunan 27.9 persen). Meskipun total pengeluarannya lebih rendah dari tiga wilayah teratas, pertumbuhan Kabupaten Aceh Tengah menunjukkan peningkatan minat pada barang dan jasa kecantikan yang lebih cepat dibandingkan wilayah lain.
Kota Banda Aceh
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Banda Aceh tahun 2024 mencapai 2402683 Rupiah, mengalami kenaikan sebesar 4.2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 1371277 Rupiah (kenaikan 5.8 persen), sedangkan pengeluaran untuk makanan mencapai 1031407 Rupiah (kenaikan 14.1 persen). Kota Banda Aceh menempati peringkat pertama di ketiga kategori pengeluaran ini seprovinsi Aceh, menunjukkan daya beli masyarakat yang konsisten tertinggi di wilayah ini dibandingkan kabupaten/kota lain di Aceh.
(Baca: Provinsi Kalimantan Selatan Ekspor 13,74 Juta Ton Barang Barang Kayu dan Gabus)
Kota Lhokseumawe
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Lhokseumawe tahun 2024 adalah 1692119 Rupiah, naik sebesar 5.2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 893134 Rupiah dengan pertumbuhan sebesar 43.4 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi di kategori ini seprovinsi Aceh. Pengeluaran untuk makanan mencapai 798985 Rupiah dengan pertumbuhan 35.1 persen. Kota Lhokseumawe menempati peringkat ketiga untuk total pengeluaran, peringkat kedua untuk pengeluaran bukan makanan, dan peringkat kedelapan untuk pengeluaran makanan di Aceh.
Kota Sabang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Sabang tahun 2024 adalah 1654567 Rupiah, mengalami penurunan sebesar 10.2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 764253 Rupiah dengan pertumbuhan 7.7 persen, sedangkan pengeluaran untuk makanan mencapai 890314 Rupiah dengan pertumbuhan 4.2 persen. Kota Sabang menempati peringkat kelima untuk total pengeluaran, peringkat ketiga untuk pengeluaran bukan makanan, dan peringkat keempat untuk pengeluaran makanan di Aceh. Penurunan total pengeluaran disebabkan oleh pertumbuhan pengeluaran makanan yang lebih lambat dibandingkan pengeluaran bukan makanan.
Kabupaten Bener Meriah
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Bener Meriah tahun 2024 adalah 1674833 Rupiah, naik sebesar 2.8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 716407 Rupiah dengan pertumbuhan 34.6 persen, sedangkan pengeluaran untuk makanan mencapai 958426 Rupiah dengan pertumbuhan 32.4 persen. Kabupaten Bener Meriah menempati peringkat keempat untuk total pengeluaran, peringkat keempat untuk pengeluaran bukan makanan, dan peringkat ketiga untuk pengeluaran makanan di Aceh. Pertumbuhan yang seimbang antara pengeluaran makanan dan bukan makanan menunjukkan pola konsumsi masyarakat yang stabil dan berkembang.