Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit dari 25,18 persen tahun sebelumnya menjadi 24,68 persen. Jumlah penduduk miskin juga turun sedikit menjadi 117.410 orang, sementara total penduduk naik sedikit menjadi 477.808 jiwa dengan pertumbuhan 1 persen. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun turun 1,99 persen, membuat kabupaten ini berada di urutan 35 nasional dan urutan 8 di pulau Nusa Tenggara dan Bali.
(Baca: Persentase Rumah Tangga di Bali | 2025)
Data historis kemiskinan TTS periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di tahun 2006 (39,93 persen) dan terendah di tahun 2024 (24,68 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi di tahun 2008 (-10,37 persen) dan tertinggi di tahun 2015 (16,16 persen). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 25,10 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yaitu 25,98 persen. Rank nasional TTS cenderung stabil di urutan 30-49 sejak 2010, berbeda dengan periode 2004-2009 yang berada di urutan 18-36.
Dibandingkan kabupaten lain di NTT dengan persentase kemiskinan berdekatan, TTS berada di posisi tengah. Persentase kemiskinan TTS lebih tinggi dari Kabupaten Ende (22,57 persen) dan Kabupaten Kupang (21,37 persen), tapi lebih rendah dari Kabupaten Sumba Barat (26,52 persen) dan Kabupaten Rote Ndao (25,78 persen). Jumlah penduduk miskin TTS (117.410 orang) lebih banyak dibandingkan semua kabupaten tetangga tersebut, karena total penduduknya juga lebih besar dibandingkan sebagian besar dari mereka.
Kabupaten Ende
Persentase kemiskinan berada di 22,57 persen dengan rank nasional 45, lebih rendah dari TTS. Jumlah penduduk miskinnya 62.370 orang, dengan pertumbuhan turun sedikit turun 1,16 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar 28,03 juta rupiah per tahun, lebih tinggi dari sebagian besar kabupaten tetangga, sementara garis kemiskinan berada di 528,26 ribu rupiah per kapita per bulan. Total penduduknya 282.467 jiwa, dengan pertumbuhan 1,31 persen, rank nasional 269.
Kabupaten Kupang
Persentase kemiskinan terendah di antara kabupaten berdekatan dengan TTS, yaitu 21,37 persen dengan rank nasional 48. Jumlah penduduk miskinnya 90.340 orang, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 0,12 persen. Pendapatan per kapita sebesar 25,95 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan berada di 486,46 ribu rupiah per kapita per bulan. Total penduduknya 390.210 jiwa, pertumbuhan 0,77 persen, rank nasional 205.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bungo Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Lembata
Persentase kemiskinan 24,22 persen dengan rank nasional 37, sedikit lebih rendah dari TTS. Jumlah penduduk miskinnya 37.720 orang, pertumbuhan turun sedikit turun 0,58 persen. Pendapatan per kapita sebesar 15,73 juta rupiah per tahun, salah satu yang terendah di kelompok ini, sementara garis kemiskinan 517,95 ribu rupiah per kapita per bulan. Total penduduknya 148.055 jiwa, pertumbuhan tertinggi di kelompok ini sebesar 3,14 persen, rank nasional 403.
Kabupaten Manggarai Timur
Persentase kemiskinan 24,90 persen dengan rank nasional 34, sedikit lebih tinggi dari TTS. Jumlah penduduk miskinnya 74.590 orang, pertumbuhan naik sedikit sebesar 0,26 persen. Pendapatan per kapita terendah di kelompok ini, yaitu 14,41 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan juga terendah di 458,12 ribu rupiah per kapita per bulan. Total penduduknya 297.967 jiwa, pertumbuhan 4,86 persen, rank nasional 259.
Kabupaten Rote Ndao
Persentase kemiskinan 25,78 persen dengan rank nasional 30, lebih tinggi dari TTS. Jumlah penduduk miskinnya 52.890 orang, pertumbuhan turun sedikit turun 1,23 persen. Pendapatan per kapita sebesar 25,60 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan terendah kedua di kelompok ini yaitu 426,84 ribu rupiah per kapita per bulan. Total penduduknya 152.613 jiwa, pertumbuhan 1,59 persen, rank nasional 397.
Kabupaten Sumba Barat
Persentase kemiskinan tertinggi di kelompok ini, yaitu 26,52 persen dengan rank nasional 29. Jumlah penduduk miskinnya 36.720 orang, pertumbuhan turun sedikit turun 1,16 persen. Pendapatan per kapita sebesar 19,39 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan berada di 441,43 ribu rupiah per kapita per bulan. Total penduduknya 141.782 jiwa, pertumbuhan turun turun 6,03 persen, rank nasional 410.