Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Bungo tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin sebesar 5,06 persen, sedikit turun dari 5,29 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.040 orang, sedangkan total penduduk kabupaten ini adalah 376.913 jiwa, naik 1,76 persen dari tahun 2023. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 4,35 persen, menempatkan Kabupaten Bungo di peringkat 136 di Pulau Sumatera dan 441 se-Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Balangan Periode 2004 - 2024)
Dari data historis kemiskinan periode 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi di tahun 2004 sebesar 11,64 persen, sedangkan terendah di tahun 2024. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi di 2008 (-32,9 persen) dan tertinggi di 2015 (11,33 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 5,24 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 5,55 persen, menunjukkan tren turun. Peringkat nasional kabupaten ini terus bergeser dari 285 di 2004 ke 441 di 2024, menunjukkan penurunan kemiskinan yang konsisten.
Kota Jambi
Menempati peringkat 321 se-Indonesia, persentase kemiskinan sebesar 7,73 persen, lebih tinggi dibanding Kabupaten Bungo. Jumlah penduduk miskin mencapai 47.250 orang dari total 641.022 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp757,01 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar Rp68,30 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 6,19 persen, sedangkan jumlah penduduk naik sedikit sebesar 1,16 persen tahun ini.
Kabupaten Kerinci
Berada di peringkat 353 se-Indonesia, persentase kemiskinan sebesar 6,93 persen. Jumlah penduduk miskin adalah 16.830 orang dari total 270.576 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini adalah Rp606,10 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar Rp57,34 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 7,58 persen, sedangkan jumlah penduduk naik 2,44 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Kepulauan Seribu pada 2024)
Kabupaten Muaro Jambi
Menempati peringkat 493 se-Indonesia, persentase kemiskinan sebesar 3,65 persen, lebih rendah dibanding Kabupaten Bungo. Jumlah penduduk miskin mencapai 17.480 orang dari total 449.751 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp617,95 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar Rp95,33 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 16,08 persen, sedangkan jumlah penduduk naik 3,23 persen tahun ini.
Kota Sungai Penuh
Berada di peringkat 506 se-Indonesia, persentase kemiskinan sebesar 2,92 persen, terendah di antara kabupaten/kota tetangga. Jumlah penduduk miskin hanya 2.600 orang dari total 101.716 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini adalah Rp610,14 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar Rp101,94 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 2,26 persen, sedangkan jumlah penduduk naik sedikit sebesar 0,86 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Tebo
Menempati peringkat 397 se-Indonesia, persentase kemiskinan sebesar 6,12 persen. Jumlah penduduk miskin adalah 22.480 orang dari total 367.251 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp590,57 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar Rp67,30 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 4,22 persen, sedangkan jumlah penduduk naik 2,04 persen tahun ini.