Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Bungo, Jambi, sebesar 5,06% pada tahun 2024. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,29%. Dengan jumlah penduduk 376.913 jiwa, terdapat 20.040 penduduk miskin di Kabupaten Bungo.
Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah penduduk miskin berkurang 610 jiwa atau turun 2,95%. Secara peringkat, persentase kemiskinan Kabupaten Bungo berada di urutan ke-441 se-Indonesia dan ke-136 di Pulau Sumatera. Perkembangan ini menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan kabupaten lain di provinsi Jambi.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Tanggerang Periode 2004 - 2024)
Secara historis, persentase kemiskinan terendah di Kabupaten Bungo terjadi pada tahun 2008 sebesar 5,12%, sedangkan tertinggi pada tahun 2004 sebesar 11,64%. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2008 turun 32,9%, dan tertinggi pada tahun 2010 sebesar 7,14%. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), persentase kemiskinan saat ini lebih baik. Namun, jika dibandingkan lima tahun terakhir (2020-2024), terlihat sedikit fluktuatif.
Pada tahun 2024, Kabupaten Bungo berada di urutan ke-441 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan. Urutan ini bergeser dari tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya dinamika dalam penanganan kemiskinan. Kondisi ini menunjukkan persentase kemiskinan kabupaten bungo tidak lebih baik dari kabupaten lain di indonesia.
(Baca: 6,42% Penduduk di Kabupaten Tanggerang Masuk Kategori Miskin)
Dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Jambi dengan persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Bungo menunjukkan beberapa perbedaan. Kota Jambi memiliki persentase kemiskinan lebih tinggi, sementara Kabupaten Muaro Jambi lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kemiskinan bervariasi antar wilayah di Jambi.
Kota Jambi
Kota Jambi memiliki persentase penduduk miskin 7,73%, menempatkannya pada peringkat 321 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 47.250 jiwa, lebih besar dibandingkan Kabupaten Bungo, dengan penurunan sebesar 5,67%. Jumlah penduduknya mencapai 641.022 jiwa, tumbuh 1,16%. Garis kemiskinan di Kota Jambi adalah Rp 757.014 per kapita per bulan, lebih tinggi dibandingkan kabupaten lain, menunjukkan biaya hidup yang lebih tinggi. Pendapatan per kapita mencapai Rp 68,29 juta per tahun, mencerminkan tingkat ekonomi yang berbeda.
Kabupaten Kerinci
Kabupaten Kerinci mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 6,93% dan menduduki peringkat 353 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 16.830 jiwa, mengalami penurunan 7,58%. Total penduduk Kabupaten Kerinci mencapai 270.576 jiwa dengan pertumbuhan 2,44%. Garis kemiskinan di Kerinci adalah Rp 606.095 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 57,33 juta per tahun, menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat sedikit lebih rendah.
Kabupaten Muaro Jambi
Dengan persentase kemiskinan 3,65%, Kabupaten Muaro Jambi menduduki peringkat 493 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 17.480 jiwa, mengalami penurunan signifikan sebesar 16,08%. Jumlah penduduk mencapai 449.751 jiwa, tumbuh 3,23%. Garis kemiskinan di Muaro Jambi adalah Rp 617.948 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 95,33 juta per tahun, menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih baik dari Kerinci.
Kota Sungai Penuh
Kota Sungai Penuh memiliki persentase kemiskinan 2,92%, menjadikannya peringkat 506 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 2.600 jiwa, dengan penurunan 2,26%. Jumlah penduduk 101.716 jiwa dengan pertumbuhan 0,86%. Garis kemiskinan di kota ini adalah Rp 610.141 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 101,94 juta per tahun, lebih tinggi dibandingkan wilayah lain, menandakan tingkat kesejahteraan yang baik.
Kabupaten Tebo
Kabupaten Tebo memiliki tingkat kemiskinan 6,12% dan berada di peringkat 397 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 22.480 jiwa, turun 4,22%. Jumlah penduduk 367.251 jiwa dengan pertumbuhan 2,04%. Garis kemiskinan di Tebo adalah Rp 590.573 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 67,29 juta per tahun, mengindikasikan tingkat ekonomi yang sedikit di atas Kabupaten Kerinci.