Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Balangan tahun 2024 sebesar 4,87 persen, sedikit turun dari 5,22 persen tahun sebelumnya. Selisihnya mencapai 0,35 persen, dengan pertumbuhan kemiskinan turun 6,7 persen. Jumlah penduduk miskin turun sedikit dari 7.070 orang menjadi 6.680 orang, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik sedikit dari 134.854 jiwa menjadi 137.603 jiwa pada tahun yang sama.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pegunungan Bintang Periode 2004 - 2024)
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan Kabupaten Balangan tertinggi pada tahun 2006 sebesar 13,65 persen, dan terendah pada tahun 2024 sebesar 4,87 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 sebesar 19,01 persen, dan terendah pada 2008 turun 31,72 persen. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024: 5,31 persen) dan 5 tahun terakhir (2020-2024:5,24 persen), angka kemiskinan 2024 berada di bawah kedua rata-rata tersebut. Urutan rank seindonesia Kabupaten Balangan pada 2024 adalah 446, naik sedikit dari rank 440 tahun 2023, menunjukkan posisinya lebih baik dibandingkan lebih banyak kabupaten lain di Indonesia.
Dibandingkan kabupaten/kota tetangga di Kalimantan Selatan, persentase kemiskinan Kabupaten Balangan (4,87 persen) berada di posisi ke-4 di antara 7 wilayah yang dibandingkan. Hanya Kota Banjarmasin (4,58 persen), Kabupaten Barito Kuala (4,36 persen), dan Kabupaten Kota Baru (4,45 persen) yang memiliki persentase kemiskinan lebih rendah. Jumlah penduduk miskin Kabupaten Balangan (6.680 orang) jauh lebih sedikit dibandingkan tetangganya, karena jumlah penduduk keseluruhannya juga lebih kecil (137.603 jiwa) dibandingkan wilayah lain seperti Kota Banjarmasin yang memiliki 679.637 jiwa.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kabupaten Bengkalis untuk Membeli Sayur Matang Rp1.128 per Kapita per Minggu)
Kota Banjarmasin
Rank seindonesia persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 455, lebih baik dari Kabupaten Balangan. Persentase kemiskinan sebesar 4,58 persen, sedikit turun dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -0,27 persen. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 33.380 orang, dengan jumlah penduduk keseluruhan 679.637 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp743,87 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar Rp68,29 juta per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita sebesar 8,23 persen, lebih tinggi dibandingkan sebagian besar tetangganya, menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang cukup signifikan.
Kabupaten Barito Kuala
Wilayah ini menempati rank seindonesia 467 untuk persentase kemiskinan, posisi terbaik di antara wilayah yang dibandingkan. Persentase kemiskinan sebesar 4,36 persen, turun sedikit dengan pertumbuhan -4,55 persen. Jumlah penduduk miskinnya 14.040 orang, dari total penduduk 326.736 jiwa. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp437,58 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar Rp34,29 juta per tahun dengan pertumbuhan 5,88 persen. Jumlah penduduknya tumbuh sebesar 1,41 persen, lebih tinggi dari Kabupaten Balangan, namun pendapatan per kapita masih berada di level yang relatif rendah dibandingkan Kota Banjarmasin.
Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Rank seindonesia persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 407, lebih buruk dari Kabupaten Balangan. Persentase kemiskinan sebesar 5,81 persen, sedikit turun dengan pertumbuhan 0,12 persen. Jumlah penduduk miskinnya 16.030 orang, dari total penduduk 269.599 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp513,95 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar Rp34,85 juta per tahun dengan pertumbuhan 7,94 persen. Pertumbuhan jumlah penduduknya sebesar 1,05 persen, lebih rendah dari Kabupaten Balangan, namun pertumbuhan pendapatan per kapita cukup tinggi yang berpotensi menurunkan angka kemiskinan di tahun mendatang.