Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Gowa tahun 2025 berada di angka 6,64 persen. Angka ini turun 0,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 1.090 jiwa dari total 55.130 jiwa menjadi 54.040 jiwa. Secara nasional, kabupaten ini menempati urutan 345 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencatatkan nilai tertinggi pada tahun 2005 sebesar 16,90 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2006 sebesar 13,91 persen, sedangkan kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2012 sebesar 8,31 persen. Posisi ranking nasional wilayah ini bergeser antara urutan 199 sampai 363 selama periode pencatatan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Rote Ndao | 2004 - 2025)
Dari 6 kabupaten tetangga dengan tingkat kemiskinan berdekatan di Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa menempati posisi tengah. Hanya Kota Palopo dan Kabupaten Takalar yang mencatatkan persentase kemiskinan lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Gowa. Seluruh wilayah pada kelompok ini mencatatkan penurunan angka kemiskinan pada tahun terakhir.
Kabupaten Bulukumba
Berada di urutan 378 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 6,06 persen dengan penurunan sebesar 9,69 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 25.880 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 861,73 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 47,11 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan garis kemiskinan di wilayah ini merupakan yang tertinggi pada kelompok perbandingan.
Kabupaten Luwu Timur
Menempati urutan 397 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 5,79 persen dengan penurunan 11,6 persen menjadi yang terbesar pada kelompok ini. Terdapat 18.550 jiwa penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan sebesar 469,56 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 99,87 juta rupiah per tahun, menjadi yang tertinggi pada kelompok perbandingan.
Kota Palopo
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Maros 206,37 Ribu dan Angka Pengangguran 4,13 Persen)
Berada di urutan 320 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,18 persen dengan penurunan sedikit sebesar 2,31 persen pada tahun terakhir. Terdapat 14.310 jiwa penduduk miskin. Garis kemiskinan sebesar 481,36 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 59,37 juta rupiah per tahun. Wilayah ini mencatatkan penurunan kemiskinan terkecil pada kelompok ini.
Kabupaten Soppeng
Menempati urutan 344 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,65 persen atau hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Gowa. Angka ini turun 3,62 persen pada tahun terakhir, dengan jumlah penduduk miskin 15.340 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 441,12 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 72,36 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Takalar
Berada di urutan 313 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,27 persen dengan penurunan sebesar 6,19 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 22.170 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 475,86 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 44,81 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Wajo
Menempati urutan 391 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 5,86 persen dengan penurunan sebesar 9,43 persen pada tahun terakhir. Terdapat 24.150 jiwa penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan sebesar 450,79 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 73,46 juta rupiah per tahun.