Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Boven Digoel pada tahun 2024 mencapai 121570 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 9,5 persen dibandingkan tahun 2023. Sepanjang periode tujuh tahun terakhir tercatat pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2018 dengan nilai 199921 Rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kab. Musi Banyuasin 2018 - 2024)
Catatan historis menunjukkan pergerakan nilai pengeluaran mengalami penurunan secara berturut-turut sejak tahun 2018 hingga tahun 2021. Pada tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 43,2 persen yang menjadi penurunan terbesar sepanjang periode data, kemudian diikuti penurunan sedikit sebesar 5,8 persen pada tahun 2021. Sejak tahun 2021 nilai pengeluaran bergerak naik turun dengan rentang nilai antara 95056 Rupiah hingga 121570 Rupiah.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024 menyumbang sekitar 10,8 persen dari total pengeluaran per kapita seluruh jenis barang dan jasa masyarakat Kabupaten Boven Digoel. Nilai ini juga setara dengan 18,6 persen dari total pengeluaran makanan seluruhnya masyarakat kabupaten ini. Jika dibandingkan tiga tahun terakhir, nilai tahun 2024 merupakan nilai tertinggi pada periode tersebut.
Berdasarkan perbandingan se-provinsi Papua Selatan, Kabupaten Boven Digoel menempati urutan kedua dari empat kabupaten yang ada untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Urutan pertama ditempati oleh Kabupaten Merauke dengan nilai pengeluaran 232644 Rupiah, disusul Boven Digoel, kemudian Kabupaten Asmat dan Kabupaten Mappi. Hanya dua kabupaten yang mencatatkan kenaikan pada tahun 2024 yaitu Merauke dan Boven Digoel.
Kabupaten Merauke
Kabupaten Merauke secara konsisten menempati peringkat pertama seluruh indikator pengeluaran per kapita di wilayah Papua Selatan. Pada tahun 2024 total pengeluaran per kapita per bulan mencapai 1966621 Rupiah, dengan pengeluaran makanan sebesar 951648 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 1014973 Rupiah. Wilayah ini mencatatkan kenaikan 4,5 persen untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi, dan menjadi satu-satunya wilayah yang mencatatkan kenaikan untuk total pengeluaran keseluruhan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi di Kab. Manokwari Selatan 2018 - 2024)
Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Boven Digoel stabil menempati peringkat kedua seluruh kategori pengeluaran se-provinsi Papua Selatan. Meskipun mencatatkan kenaikan untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 9,5 persen, wilayah ini justru mencatatkan penurunan sebesar 4,7 persen untuk pengeluaran bukan makanan pada tahun 2024. Total pengeluaran keseluruhan masyarakat wilayah ini tercatat turun sebesar 17,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya wilayah dengan penurunan total pengeluaran terbesar di provinsi ini.
Kabupaten Asmat
Kabupaten Asmat menempati urutan ketiga untuk seluruh indikator pengeluaran di provinsi Papua Selatan. Wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 18,8 persen untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi pada tahun 2024, menjadi penurunan terbesar di antara seluruh kabupaten. Berbeda dengan kategori lain, pengeluaran bukan makanan di wilayah ini justru naik sebesar 23,9 persen menjadi 369590 Rupiah per kapita per bulan. Total pengeluaran keseluruhan wilayah ini turun sebesar 18,3 persen pada tahun terakhir.
Kabupaten Mappi
Kabupaten Mappi menempati urutan terakhir seluruh kategori pengeluaran di wilayah Papua Selatan. Pada tahun 2024 pengeluaran makanan dan minuman jadi wilayah ini tercatat 77166 Rupiah per kapita per bulan, dengan penurunan sebesar 16,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini naik sedikit sebesar 5,6 persen menjadi 360404 Rupiah, sedangkan total pengeluaran keseluruhan masyarakat wilayah ini tercatat turun sebesar 10,5 persen dibandingkan tahun 2023.