Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Manokwari Selatan mencapai 214215 Rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 32 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 51891 Rupiah per orang setiap bulannya. Angka ini merupakan pengeluaran tertinggi yang tercatat sepanjang periode data 2018 hingga 2024 untuk wilayah tersebut.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Tenggara 2015 - 2024)
Sepanjang tujuh tahun pencatatan, pengeluaran untuk kategori ini pernah mengalami penurunan sebesar 21,6 persen pada tahun 2021. Setelah tahun tersebut, pengeluaran naik sebesar 20,2 persen pada 2022, kemudian naik sedikit sebesar 1,5 persen pada 2023 sebelum akhirnya mengalami kenaikan besar pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran tiga tahun terakhir untuk kategori ini berada pada angka 178805 Rupiah per kapita per bulan, sedangkan rata-rata lima tahun terakhir berada pada angka 167842 Rupiah.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024 menempati urutan pertama dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat. Posisi ini melampaui Kabupaten Manokwari yang sebelumnya memiliki nilai pengeluaran lebih tinggi, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Kaimana serta Kabupaten Fak Fak. Secara nasional, nilai pengeluaran ini menempati urutan ke 189 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, serta urutan ke 7 dari seluruh wilayah yang tercatat di Pulau Papua.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat bahwa pengeluaran makanan dan minuman jadi menyumbang 12 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk seluruh barang dan jasa masyarakat Kabupaten Manokwari Selatan. Nilai ini lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan yang hanya sebesar 36524 Rupiah per kapita per bulan, namun masih di bawah pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 195349 Rupiah per kapita setiap bulannya.
Kabupaten Manokwari
Kabupaten Manokwari tercatat memiliki pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 213790 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, hanya terpaut 425 Rupiah dibawah Kabupaten Manokwari Selatan. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 8,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan kedua di Provinsi Papua Barat untuk kategori ini. Total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan wilayah ini masih menjadi yang tertinggi di provinsi meskipun mengalami penurunan sebesar 17 persen pada tahun 2024.
(Baca: Kanal Youtube dengan Banyak Unsub | 09 May 2026)
Kabupaten Teluk Bintuni
Kabupaten Teluk Bintuni mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 177685 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga turun dari posisi teratas menjadi urutan ketiga di provinsi untuk kategori ini. Meski demikian, total pengeluaran per kapita untuk kategori makanan secara keseluruhan wilayah ini masih menempati urutan pertama di seluruh Provinsi Papua Barat pada tahun 2024.
Kabupaten Kaimana
Kabupaten Kaimana tercatat memiliki pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 172307 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan tetap mempertahankan posisi urutan keempat di Provinsi Papua Barat untuk kategori ini. Pengeluaran bukan makanan per kapita wilayah ini mencatatkan kenaikan sebesar 12,9 persen pada tahun 2024, dan menempati urutan keempat secara keseluruhan di provinsi.
Kabupaten Fak Fak
Kabupaten Fak Fak mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 136302 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan tetap berada pada posisi urutan kelima di Provinsi Papua Barat untuk kategori ini. Total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan wilayah ini juga mengalami penurunan sebesar 14,3 persen, dengan posisi ranking tetap tidak berubah dari tahun sebelumnya.