Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Manokwari Selatan pada tahun 2024 mencapai 214215 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran ini membuat Kabupaten Manokwari Selatan menduduki peringkat pertama di antara kabupaten/kota seprovinsi Papua Barat, peringkat ketujuh di pulau Papua, dan peringkat seratus delapan puluh sembilan di seluruh Indonesia.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Tengah 2015 - 2024)
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang sekitar 55 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang mencapai 389327 rupiah. Data pendukung menunjukkan pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di wilayah ini mencapai 195349 rupiah, sedangkan untuk sabun mandi sebesar 124561 rupiah, yang menunjukkan prioritas konsumsi masyarakat terhadap kebutuhan dasar dan barang-barang konsumsi harian.
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Manokwari Selatan mengalami perubahan yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran mencapai 124674 rupiah, kemudian naik sebesar 36 persen menjadi 169568 rupiah pada tahun 2019. Tahun 2020, terjadi peningkatan sedikit sebesar 0,1 persen menjadi 169754 rupiah, sebelum mengalami penurunan sebesar 21,6 persen menjadi 133040 rupiah pada tahun 2021. Tahun 2022, pengeluaran naik kembali sebesar 20,2 persen menjadi 159877 rupiah, diikuti peningkatan sedikit sebesar 1,5 persen pada tahun 2023, dan akhirnya lonjakan sebesar 32 persen pada tahun 2024. Anomali terjadi pada tahun 2021, di mana pengeluaran mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi Papua Barat, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi tahun 2024 menunjukkan variasi yang cukup besar. Kabupaten Manokwari berada di peringkat kedua dengan pengeluaran 213790 rupiah dan pertumbuhan 8,1 persen, Kabupaten Teluk Bintuni di peringkat ketiga dengan pengeluaran 177685 rupiah dan penurunan 13,2 persen, Kabupaten Kaimana di peringkat keempat dengan pengeluaran 172307 rupiah dan pertumbuhan 4,8 persen, serta Kabupaten Fak Fak di peringkat kelima dengan pengeluaran 136302 rupiah dan penurunan 1,8 persen. Kabupaten Manokwari Selatan tetap mempertahankan peringkat pertama di provinsi ini pada tahun 2024.
Kabupaten Manokwari
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Manokwari pada tahun 2024 mencapai 927024 rupiah, dengan pertumbuhan 19,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menduduki peringkat pertama di provinsi Papua Barat untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 1832890 rupiah pada tahun 2024, dengan penurunan 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di Kabupaten Manokwari mencapai 905866 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan 17,5 persen dan menduduki peringkat ketiga di provinsi.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Nusa Tenggara Timur 2018 - 2024)
Kabupaten Teluk Bintuni
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Teluk Bintuni pada tahun 2024 mencapai 883542 rupiah, dengan pertumbuhan 30,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menduduki peringkat kedua di provinsi Papua Barat untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 1832369 rupiah pada tahun 2024, dengan penurunan 27,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di Kabupaten Teluk Bintuni mencapai 948827 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan 8,6 persen dan menduduki peringkat pertama di provinsi.
Kabupaten Manokwari Selatan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Manokwari Selatan pada tahun 2024 mencapai 872163 rupiah, dengan pertumbuhan 55,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menduduki peringkat ketiga di provinsi Papua Barat untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 1782389 rupiah pada tahun 2024, dengan penurunan 13,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di Kabupaten Manokwari Selatan mencapai 910226 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan 17,7 persen dan menduduki peringkat kedua di provinsi.
Kabupaten Kaimana
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Kaimana pada tahun 2024 mencapai 807424 rupiah, dengan pertumbuhan 12,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menduduki peringkat keempat di provinsi Papua Barat untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 1579842 rupiah pada tahun 2024, dengan penurunan 15,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di Kabupaten Kaimana mencapai 772417 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan 7,9 persen dan menduduki peringkat kelima di provinsi.