Jumlah Sekolah SMA di Nusa Tenggara Timur 2018 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 01/03/2026 12:11 WIB
Image Loader
Memuat...
Jumlah Sekolah SMA di Nusa Tenggara Timur 2018 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah sekolah SMA di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2024 mencapai 618 unit, mengalami penambahan 7 unit dibandingkan tahun sebelumnya (2023) yang sebesar 611 unit. Sejak 2018, jumlah sekolah SMA di NTT cenderung meningkat secara bertahap, dari 538 unit pada 2018 kecuali tahun 2020 yang sedikit turun menjadi 550 unit. Secara nasional, urutan jumlah sekolah SMA NTT juga meningkat, dari peringkat 8 pada 2018-2022 menjadi peringkat 6 pada 2023 dan 2024.

(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA NEGERI 15 DEPOK 2025)

Dari total 618 sekolah SMA di NTT tahun 2024, 397 di antaranya adalah SMA negeri dan 221 adalah SMA swasta. SMA negeri mengalami kenaikan 1% dibandingkan tahun 2023 (393 unit), sedangkan SMA swasta naik 1,4% dari 218 unit. Secara persentase, SMA negeri mendominasi dengan sekitar 64,2% dari total sekolah SMA, sedangkan SMA swasta menyumbang 35,8%. Jumlah siswa SMA secara keseluruhan turun 3% menjadi 200.800 orang, dengan penurunan lebih signifikan pada siswa swasta (-5,6%) dibanding negeri (-1,9%).

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Tuvalu 2015 - 2024)

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk usia sekolah SMA (16-18 tahun) di NTT pada 2023 sebesar 338.560 jiwa, dan tetap berada di peringkat 11 secara nasional sejak tahun 2018. Data tahun 2024 belum tersedia, namun populasi kelompok usia ini cenderung stabil selama lima tahun terakhir (331.400 jiwa pada 2018 hingga 338.560 jiwa pada 2023). Angka Partisipasi Murni (APM) SMA di NTT tahun 2024 mencapai 60%, naik 4,4% dibanding tahun 2023 (58%), menunjukkan peningkatan akses anak usia SMA untuk melanjutkan pendidikan.

Data pendukung BPS menunjukkan jumlah guru SMA di NTT tahun 2024 sebesar 17.083 orang, mengalami penurunan 1,2% dibanding tahun 2023 (17.293 orang). Penurunan ini didorong oleh jumlah kepala sekolah dan guru swasta yang turun 8,9% menjadi 4.253 orang, sedangkan jumlah kepala sekolah dan guru negeri naik 1,6% menjadi 12.830 orang. Kondisi ini menunjukkan bahwa tenaga pendidik di sekolah negeri masih tumbuh, sementara di swasta mengalami penurunan signifikan.

Data Populer

Loading...