- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah sekolah SMA di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengalami peningkatan konsisten dari tahun 2018 hingga 2024. Pada 2018, ada 60 unit sekolah SMA, yang bertambah menjadi 71 unit pada 2024. Dibandingkan tahun 2023 yang memiliki 68 unit, penambahan sekolah SMA tahun ini mencapai 3 unit. Secara nasional, Kaltara tetap berada di peringkat ke-34 untuk jumlah sekolah SMA selama periode 2018-2024.
(Baca: Tujuan Mengakses Internet Penduduk Desa dan Kota Penjualan Barang dan Jasa Periode 2019-2024)
Dari 71 unit sekolah SMA di Kaltara tahun 2024, sebagian besar adalah sekolah negeri dengan jumlah 49 unit, mengalami kenaikan 6,5% dibandingkan tahun 2023 yang hanya 46 unit. Sedangkan sekolah swasta tetap bertahan di 22 unit, tanpa perubahan dari tahun sebelumnya. Secara persentase, sekolah negeri mendominasi dengan 69% dari total sekolah SMA, sedangkan swasta hanya 31%.
Jumlah penduduk usia sekolah SMA (16-18 tahun) di Kaltara menunjukkan tren sedikit menurun sejak tahun 2021. Pada 2021, jumlahnya adalah 36.700 orang, lalu turun menjadi 36.630 orang (2022) dan 36.470 orang (2023). Secara nasional, peringkat jumlah penduduk usia ini untuk Kaltara turun dari ke-34 pada 2018-2022 menjadi ke-35 pada 2023, meskipun data tahun 2024 belum tersedia.
(Baca: Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Tanah Periode 2019-2024)
Data pendukung dari BPS menunjukkan jumlah guru SMA di Kaltara tahun 2024 mencapai 1.496 orang, naik 2,7% dibandingkan tahun 2023 (1.457 orang). Jumlah kepala sekolah dan guru SMA negeri tahun ini adalah 1.233 orang (naik 2,3% dari 2023), sedangkan di swasta ada 263 orang (naik 4,4% dari 2023). Meskipun pertumbuhan di swasta lebih tinggi, jumlah pendidik di sekolah negeri jauh lebih banyak.
Angka Partisipasi Murni (APM) SMA di Kaltara tahun 2024 mencapai 67%, naik 1,8% dari tahun sebelumnya. Jumlah siswa SMA negeri juga meningkat 7,2% menjadi 17.242 orang, sedangkan siswa swasta turun 6,2% menjadi 2.631 orang. Peningkatan jumlah sekolah negeri dan pendidiknya tampaknya mendukung peningkatan partisipasi dan jumlah siswa di sekolah negeri Kaltara.