Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2024 mencapai 193667 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 15,5 persen dibandingkan tahun 2023 yang sempat mencatat angka 229243 Rupiah. Penurunan ini menghapus kenaikan yang terjadi pada tiga tahun berturut-turut sebelumnya sejak tahun 2020.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA NEGERI 15 DEPOK 2025)
Sepanjang periode pengamatan tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk kategori ini tercatat mengalami pergerakan naik turun. Tahun 2019 tercatat penurunan sebesar 18,9 persen, kemudian naik sedikit sebesar 10,6 persen pada tahun 2020. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan penambahan nilai sebesar 33,2 persen, sebelum kemudian mengalami kenaikan sedikit pada tahun 2022 dan 2023.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Musi Banyuasin menempati urutan ke 8 dari 17 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Urutan ini tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya. Di atas posisi Kabupaten Musi Banyuasin berturut-turut adalah Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Kota Lubuk Linggau, Kota Prabumulih, Kabupaten Lahat, Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Untuk pengeluaran total per kapita per bulan gabungan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Musi Banyuasin justru menempati urutan kedua tertinggi di seluruh wilayah Sumatera Selatan tahun 2024 dengan nilai mencapai 1402383 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 3,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara untuk kategori pengeluaran makanan saja, wilayah ini juga menempati urutan kedua seprovinsi dengan kenaikan sebesar 25,1 persen pada tahun 2024.
Perbandingan Pengeluaran Antar Wilayah
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Banten 2018 - 2025)
Kota Palembang secara konsisten menempati urutan pertama untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat di Sumatera Selatan. Pada tahun 2024, kota ini mencatat pengeluaran aneka barang dan jasa sebesar 357048 Rupiah dengan kenaikan sebesar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai pengeluaran total per kapita Kota Palembang mencapai 1676313 Rupiah per bulan, atau sekitar 19 persen lebih tinggi dibandingkan nilai Kabupaten Musi Banyuasin.
Kabupaten Banyuasin yang berada di urutan kedua untuk kategori aneka barang dan jasa mencatat nilai 223788 Rupiah pada tahun 2024 dengan kenaikan sebesar 5,9 persen. Nilai pengeluaran total wilayah ini hanya terpaut sekitar 7 persen di bawah Kabupaten Musi Banyuasin. Sementara untuk kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Banyuasin menempati urutan ketiga seprovinsi setelah Kota Palembang dan Kabupaten Musi Banyuasin.
Kabupaten Muara Enim mencatat pertumbuhan pengeluaran aneka barang dan jasa tertinggi seprovinsi pada tahun 2024 dengan kenaikan sebesar 22,5 persen. Pencapaian ini membawa wilayah ini naik satu peringkat menjadi urutan keenam seprovinsi. Sebaliknya, Kabupaten Empat Lawang mengalami penurunan terbesar sebesar 31,7 persen untuk kategori yang sama, yang membuat wilayah ini turun ke urutan paling bawah pada tahun 2024.
Secara nasional, pengeluaran aneka barang dan jasa Kabupaten Musi Banyuasin menempati urutan ke 353 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Untuk wilayah pulau Sumatera secara keseluruhan, wilayah ini berada di urutan ke 102. Rata-rata pengeluaran untuk kategori ini di Kabupaten Musi Banyuasin selama lima tahun terakhir tercatat sebesar 181969 Rupiah, dimana nilai tahun 2024 masih sedikit berada di atas angka rata-rata tersebut.