- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Paraguai periode 2015 hingga 2024, dengan catatan nilai akhir tahun 2024 tercatat sebesar 2597.27 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,65 persen dibanding tahun 2023, menjadi tahun kedua berturut-turut terjadi kontraksi pertumbuhan ekonomi. Kontraksi disini berarti nilai produksi ekonomi riil yang disesuaikan daya beli masyarakat mengalami penyusutan, bukan sekedar koreksi nilai tukar mata uang saja.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Uganda 2024)
Tiga tahun terakhir 2022, 2023, 2024 menunjukkan pola pertumbuhan yang memburuk secara bertahap. Dari pertumbuhan positif 0,86 persen pada 2022, berbalik menjadi kontraksi 1,37 persen pada 2023 lalu kontraksi yang lebih kecil 0,65 persen pada 2024. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir ini hanya senilai minus 0,39 persen, jauh lebih buruk dibanding rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir 2020-2024 yang tercatat sebesar 0,25 persen.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Paraguai terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Sepanjang 10 tahun periode data, kenaikan tertinggi pertumbuhan PDB PPP Paraguai terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 3,51 persen, yaitu pemulihan singkat pasca krisis pandemi global. Sementara penurunan terendah tercatat pada tahun 2023 dengan kontraksi 1,37 persen, yang menjadi anomali terburuk selama satu dekade terakhir. Sebelum tahun 2023, tidak pernah tercatat kontraksi berturut-turut selama dua tahun seperti yang terjadi pada 2023 dan 2024 ini.
Fluktuasi yang terjadi pada data 10 tahun terakhir memiliki pola yang jelas. Sebelum pandemi 2020, pertumbuhan selalu berjalan positif meski dengan laju yang stabil kecil di bawah 3 persen setiap tahunnya. Hanya saat guncangan pandemi 2020 terjadi kontraksi pertama, lalu setelah pemulihan 2021, laju pertumbuhan tidak pernah kembali ke level stabil sebelum tahun 2020.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Lesotho 2024)
Untuk peringkat regional, data IMF belum mencatat perubahan posisi peringkat Paraguai di kawasan Amerika Selatan untuk tahun 2024. Posisi ini masih sama seperti dua tahun sebelumnya, berada di antara negara Bolivia dan Uruguay dalam besaran nilai PDB PPP pada kelompok negara berpendapatan menengah kawasan tersebut.
IMF juga merilis proyeksi PDB PPP Paraguai hingga tahun 2030. Berdasarkan proyeksi tersebut, kontraksi yang terjadi pada 2024 akan berakhir pada 2025, dengan kembalinya pertumbuhan positif sebesar 0,9 persen. Laju pertumbuhan kemudian diproyeksikan naik secara bertahap hingga menyentuh level di atas 1,5 persen mulai tahun 2027, dan tetap bertahan pada level tersebut hingga akhir periode proyeksi.
Meskipun ada sinyal pemulihan pada proyeksi mendatang, laju pertumbuhan yang diproyeksikan masih lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan sebelum pandemi tahun 2015-2019. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Paraguai belum akan kembali ke performa normal yang dicapai sebelum guncangan krisis berturut-turut yang terjadi mulai tahun 2020.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.828 | -0.14 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |