Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Empat Lawang tahun 2024 sebesar 138.649 rupiah per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 31,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 202.891 rupiah per kapita per bulan. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya adalah minus 64.241,6 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi di Kab. Lombok Tengah 2018 - 2024)
Mari kita lihat tren historis dari tahun 2018 hingga 2024. Pengeluaran pada tahun 2018 sebesar 100.164 rupiah per kapita per bulan, kemudian sedikit turun menjadi 88.748 rupiah pada tahun 2019. Tahun 2020 terjadi kenaikan sebesar 26,3 persen menjadi 112.085 rupiah, lalu sedikit naik 0,5 persen menjadi 112.667 rupiah pada tahun 2021. Tahun 2022 mengalami kenaikan signifikan sebesar 63,8 persen menjadi 184.493 rupiah, dan tahun 2023 naik lagi sebesar 10 persen menjadi 202.891 rupiah sebelum turun drastis pada tahun 2024. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023, sedangkan pengeluaran terendah ada di tahun 2019.
Data pendukung menunjukkan bahwa pengeluaran untuk rokok dan tembakau menjadi komponen terbesar di kategori aneka barang dan jasa dengan rata-rata 95.681 rupiah per kapita per bulan, diikuti oleh makanan jadi sebesar 129.664 rupiah per kapita per bulan. Komponen lain seperti perawatan (35.772 rupiah), sabun mandi (45.473 rupiah), dan kecantikan (21.581 rupiah) memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan kedua komponen tersebut.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Empat Lawang menempati rank ke-15 dari 17 kabupaten/kota. Kota Palembang menempati rank pertama dengan pengeluaran 357.048 rupiah per kapita per bulan tahun 2024, mengalami kenaikan 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Banyuasin berada di rank kedua dengan pengeluaran 223.788 rupiah, naik 5,9 persen. Kota Lubuk Linggau di rank ketiga dengan pengeluaran 216.356 rupiah, turun 11 persen. Kota Prabumulih di rank keempat dengan 215.232 rupiah, turun 8 persen, dan Kabupaten Lahat di rank kelima dengan 209.159 rupiah, turun 3 persen.
Kota Palembang
Kota Palembang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.676.313 rupiah, turun 5,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.770.642 rupiah. Pengeluaran untuk makanan tahun 2024 sebesar 815.005 rupiah, naik 11,9 persen dari tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 861.308 rupiah, naik 10,5 persen. Kota Palembang menempati rank pertama di Provinsi Sumatera Selatan untuk kedua kategori pengeluaran makanan dan bukan makanan, menunjukkan posisinya sebagai wilayah dengan pengeluaran masyarakat tertinggi di provinsi ini.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Maluku Utara 2015 - 2024)
Kabupaten Musi Banyuasin
Kabupaten Musi Banyuasin memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.402.383 rupiah, naik 3,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan tahun 2024 sebesar 772.408 rupiah, naik 25,1 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 629.974 rupiah, naik 23,5 persen. Wilayah ini menempati rank kedua di provinsi untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, serta rank kedua untuk pengeluaran bukan makanan, menunjukkan pertumbuhan pengeluaran yang signifikan pada tahun 2024.
Kabupaten Banyuasin
Kabupaten Banyuasin memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.296.187 rupiah, turun 1,9 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan tahun 2024 sebesar 772.269 rupiah, naik 8,1 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 523.918 rupiah, stagnan tanpa perubahan dari tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati rank keempat untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, dan rank ketiga untuk pengeluaran makanan di provinsi Sumatera Selatan.
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.312.608 rupiah, turun 14 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan tahun 2024 sebesar 753.848 rupiah, naik 22,8 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 558.761 rupiah, naik 10,7 persen. Wilayah ini menempati rank ketiga untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, dan rank keempat untuk pengeluaran makanan di provinsi Sumatera Selatan, menunjukkan bahwa meskipun total pengeluaran turun, pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan masing-masing mengalami kenaikan.