PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan laba yang diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp766,55 miliar pada 2025.
Laba bersih emiten properti ini turun signifikan hingga 44,19% lebih rendah dibanding tahun 2024 (year-on-year/yoy).
Penurunan laba seiring dengan pendapatan SMRA yang berkurang 17,47% (yoy) menjadi Rp8,77 triliun.
Pendapatan SMRA bersumber dari sektor pengembang properti senilai Rp5,51 triliun, turun 26,59% (yoy).
Kemudian pendapatan sektor properti investasi naik 5,81% (yoy) menjadi Rp2,28 triliun, serta pendapatan lain-lain naik 1,43% (yoy) menjadi Rp981,12 miliar.
Per 31 Desember 2025, total aset SMRA mencapai Rp38,34 triliun, melejit 14,34% (yoy).
Asetnya terdiri atas liabilitas yang tumbuh 13,38% (yoy) menjadi Rp22,34 triliun, dan ekuitas tumbuh 15,70% (yoy) menjadi Rp16 triliun.
(Baca: Laba Bangun Kosambi (CBDK) Melejit 47,53% pada 2025)