Pasar saham Indonesia dilanda gejolak pada bulan pertama tahun ini.
Pada 27 Januari 2026, Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pembekuan sementara penilaian indeks terkait saham Indonesia, karena ada masalah transparansi data.
Dalam pengumumannya, MSCI menyatakan, "Meski sudah ada sedikit penyempurnaan pada data saham yang beredar di Bursa Efek Indonesia (BEI), para investor menyoroti bahwa permasalahan mendasar terkait kelayakan investasi masih tetap ada. Hal ini disebabkan oleh kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham, serta kekhawatiran tentang kemungkinan adanya perilaku perdagangan yang terkoordinasi, yang dapat merusak pembentukan harga yang wajar."
"Untuk menjawab beberapa kekhawatiran tersebut, perlu ada informasi yang lebih rinci dan andal tentang struktur kepemilikan saham, yang mungkin mencakup pemantauan tingkat konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi, untuk mendukung penilaian yang kuat terhadap saham yang diperdagangkan ke publik secara bebas (free float) dan kelayakan investasi di sekuritas Indonesia," kata MSCI.
Setelah muncul pengumuman ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung merosot dua hari berturut-turut.
Pada 28 Januari 2026, IHSG anjlok 7,35% dibanding hari perdagangan sebelumnya. Kemudian pada 29 Januari 2026, IHSG kembali turun 1,06%.
Dalam dua hari tersebut, IHSG juga sempat jatuh 8% sehingga BEI menghentikan perdagangan sementara.
Namun, meski dilanda gejolak ini, ada 4 sektor saham yang secara umum tetap mencetak kinerja positif.
Kinerja paling kuat tercatat di sektor barang baku. Sejak awal tahun sampai 30 Januari 2026, indeks saham sektor barang baku (IDXBASIC) menguat 8,54% (year-to-date/ytd).
Penguatan juga terjadi pada indeks saham sektor transportasi (IDXTRANS) yang naik 2,58% (ytd); sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) naik 1,41% (ytd); dan sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) naik 0,89% (ytd).
Sedangkan 7 sektor saham lainnya melemah. Penurunan indeks paling tajam sejak awal tahun sampai 30 Januari 2026 terjadi pada saham sektor industri, dengan rincian berikut:
- Sektor properti (IDXPROPERT): turun 3,85% (ytd)
- Sektor keuangan (IDXFINANCE): turun 4,26% (ytd)
- Sektor kesehatan (IDXHEALTH): turun 4,32% (ytd)
- Sektor teknologi (IDXTECHNO): turun 6,47% (ytd)
- Sektor energi (IDXENERGY): turun 7,51% (ytd)
- Sektor infrastruktur (IDXINFRA): turun 9,03% (ytd)
- Sektor industri (IDXINDUST): turun 10,35% (ytd)
(Baca: Ini Sektor Saham dengan Kinerja Terbaik di BEI Tahun 2025)