IHSG Ditutup Melemah 7,35% Usai Pengumuman MSCI (Rabu, 28 Januari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,35% ke level 8.320,56 pada penutupan perdagangan Rabu (28/1/2026).
Penurunan indeks terjadi di tengah aksi panic selling para pelaku pasar, setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pembekuan sementara proses penilaian saham-saham Indonesia.
"Pengumuman MSCI yang tidak memberikan tambahan bobot maupun rebalancing bagi saham Indonesia menjadi pemicu awal tekanan pasar," kata pengamat pasar modal, Reydi Octa, dilansir Antara (28/1/2026).
Siang tadi, BEI juga sempat menghentikan perdagangan sementara atau memberlakukan trading halt karena IHSG anjlok 8% pada pukul 13.43 WIB.
"Penurunan IHSG hingga memicu trading halt lebih mencerminkan reaksi emosional dan aksi panic selling jangka pendek," kata Reydi.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh atau 11 sektor saham terkoreksi hari ini. Sektor infrastruktur turun paling dalam hingga 10,15%, diikuti sektor energi dan sektor teknologi yang masing-masing jatuh 8,99% dan 7,55%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham di bursa dalam negeri hari ini sebanyak 3,99 juta kali transaksi. Total saham berpindah tangan mencapai 60,85 miliar lembar dengan nilai total transaksi Rp45,50 triliun.
Sebanyak 753 saham ditutup melemah hari ini, lalu 37 saham menguat, dan 16 saham stagnan.
Emiten berkode DSSA, CDIA, dan DFAM menjadi top losers setelah masing-masing ambles 15%.
Sementara emiten top gainer hari ini adalah WAPO yang terbang 34,04%, diikuti STAR dan BOGA yang masing-masing naik 24,80% dan 24,74%.
Berbeda dengan IHSG, bursa kawasan Asia sore ini cenderung parkir di zona hijau. Indeks Nikkei naik 0,04% ke 53.358,71; indeks Hang Seng naik 2,58% ke 27.826,91; indeks Shanghai naik 0,27% ke 4.151,24; sedangkan indeks Strait Times turun 0,28% ke 4.909,34.
(Baca: IHSG Jatuh 8%, BEI Bekukan Perdagangan Sementara (28 Januari 2026))